Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Pemilu Iran 2013

Voting Ditutup, Iran Tunggu Presiden Baru

Fajar Nugraha , Jurnalis-Sabtu, 15 Juni 2013 |08:52 WIB
<i>Voting</i> Ditutup, Iran Tunggu Presiden Baru
Pendukung salah satu kandidat Presiden Iran (Foto: Reuters)
A
A
A

TEHERAN - Pemungutan suara dalam Pemilu Presiden Iran 2013 resmi ditutup. Enam kandidat presiden mengeluarkan pernyataan yang meminta pendukungnya untuk tetap tenang hingga hasil pemilu diumumkan.

Sekira 50 juta warga Iran berhak untuk memberikan suaranya dalam pemilu yang berlangsung 14 Juni itu. Mereka akan memilih sosok baru yang akan menggantikan Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri karena sudah dua periode menjabat sebagai presiden.

Besarnya antusiasme warga membuat panitia pemungutan suara untuk memperpanjang batas waktu voting. Lima jam waktu tambahan diberikan karena masih panjangnya antrean warga yang ingin memberikan suaranya.


Melihat besarnya keinginan rakyat Iran untuk berpartisipasi dalam pemilu, membuat enam kandidat presiden meminta pendukungnya tetap tenang.

"Kami meminta rakyat untuk mengacuhkan segala macam kabar mengenai parade kemenangan dari pihak kandidat mana pun. Hindari aksi pengumpulan massa sebelum hasil resmi diumumkan," pernyataan kandidat Presiden Iran, seperti dikutip BBC, Sabtu (15/6/2013).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad Najjar mengatakan, setiap kandidat yang tidak senang dengan hasil pemilu mereka diberikan waktu tiga hari untuk mengajukan tuntutannya mengenai hasil pemilu.

Beberapa kandidat Presiden Iran yang bertarung dalam pemilu itu merupakan politisi-politisi senior. Mereka adalah penasihat urusan luar negeri pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, Wali Kota Teheran Mohammad Baqer Qalibaf.

Selain itu ada juga pemimpin Negosiator Nuklir Iran Saeed Jalili, mantan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Hassan Rowhani, mantan komandan militer Mohsen Rezaee, dan Insinyur Mohammad Gharazi.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement