Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Keluhkan Air Limbah PT Indoguna

Isnaini , Jurnalis-Selasa, 02 Juli 2013 |15:03 WIB
Warga Keluhkan Air Limbah PT Indoguna
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Warga Jalan Taruna, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur mengeluhkan sistem pembuangan air limbah yang berasal dari Gudang PT Indoguna Utama.

Perusahaan penyalur daging impor yang menyeret mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq ini, mengalirkan limbah berwarna putih kehijauan dengan bau amis menyengat ke saluran air selebar setengah meter yang berada di sepanjang jalan tempat tinggal warga.

"Di waktu tertentu mereka membuang air limbah ke got di sini. Baunya itu menyengat banget, belum lagi got di sini mampet, jadi menggenang air limbahnya, bisa seharian baunya," ujar Murni (40), warga Jalan Taruna No 55 RT 02/ RW 04 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013).

Hal yang sama dirasakan Anisa Sunyoto (46). Warga Jalan Taruna No 88, RT 08/04, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur itu mengaku terganggu dengan bau yang timbul dari pembuangan limbah PT Indoguna Utama.

Selain itu, ungkap Anisa, PT Indoguna dinilai tidak memiliki sisitem drainase yang cukup, sehingga ketika hujan datang, air yang tertampung di lahan seluas sekira 2 hektar itu meluap dan membeludak ke saluran air warga dan menggenangi akses jalan rumah warga.

"Kalau hujan jadi banjir, debit air yang dialiri perusahaan tersebut besar sekali, banjir bisa sampai setinggi pinggang orang dewasa. Ini kan datarannya lebih rendah, jadi airnya tumpah kesini semua," kata Anisa.

Menurut Anisa, pencemaran limbah dan pembuangan saluran air dari perusahaan tersebut, telah dirasakan warga selama bertahun-tahun. Protes warga mengenai hal tersebut telah disampaikan kepada instansi pemerintah. Namun belum ada tanggapan dari instansi tersebut.

"Dari saya tinggal di sini, warga udah sering mengeluhkan limbah dan banjir, tapi belum ada tanggapan. Dua tahun lalu lebih parah, mereka membakar limbah sampah setiap malam, asapnya kemana-mana, tapi kalau sekarang sudah tidak lagi, soalnya sudah pakai cerobong asap," ungkap warga yang tinggal di daerah tersebut sejak tahun 2004.

Ketua RT 08, Anas Bakri membenarkan keluhan warganya mengenai pembuangan limbah dari PT Indoguna. Ia telah mengupayakan berkomunikasi dengan perusahaan tersebut, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Warga mulai khawatir, kalau dibiarkan, air limbah itu akan mencemari air tanah warga," ucap pria setengah baya itu.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement