nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wahidin Halim Tuding RS Sari Asih Dijadikan Alat Politik

Amba Dini Sekarningrum, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2013 20:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 08 26 501 855748 NaN1g6VkpC.jpg Rumah Sakit Sari Asih (Foto: Okezone)

TANGERANG - Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim (WH) akhirnya angkat bicara terkait pemutusan kerjasama Jamkesda antara Pemkot Tangerang (Dinas Kesehatan) dengan RS Sari Asih Group.

 

WH secara terang-terangan mengatakan bahwa empat Rumah Sakit (RS) Sari Asih milik Wakil Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, yang kini mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tangerang telah dijadikan alat politik.

 

"Rumah sakit ini sudah dijadikan alat politik oleh Arief, kalau kemarin saya yang dibilang berpolitik padahal dia lah yang sebenarnya berpolitik. Kalau masuk RS itu ditanya mau milih siapa," kata WH saat ditemui dirumahnya, Senin (26/8/2013).

 

Wali Kota yang diusung Partai Golkar dan PKS ini juga mengatakan bahwa nantinya semua RS dikota Tangerang akan diputus kerjasamanya, akan tetapi secara bertahap setelah program BPJS dapat direalisasikan.

 

Sementara itu, Arief R Wismansyah saat dikonfirmasi membantah tudingan yang dilayangkan WH yang juga separtai dengannya di Demokrat. Arief berani menjamin ia tidak pernah mendompleng RS miliknya untuk kepentingan pribadi.

 

"Kalau beliau mengganggap itu politisasi, saya tidak masalah, biar masyarakat yang melihat sendiri. RS itu sudah ada sejak saya kecil dan melayani masyarakat, tapi saya pastikan dan silahkan kroscek sendiri, apabila ada perawat, atau karyawan saya yang mengarahkan saya pecat sekarang juga," tegasnya.

 

Arief juga mengatakan apa yang dilakukan empat RS yang juga miliknya sudah melakukan apa yang menjadi ketentuan pemerintah, yaitu menerima dan melayani masyarakat yang menggunakan program kesehatan gratis yang dicanangkan Pemkot.

 

"Kalau RS Sari Asih group dianggap paling banyak tagihan, ini bukti konsekuensi kami dalam melayani masyarakat. Tandanya kami mendukung apa yang menjadi program pemerintah dengan melayani pasien secara maksimal," tuturnya kembali.

 

Sebelumnya diberitakan, 4 RS milik Arief diputus kerjasamanya oleh Pemkot pada 21 Agustus 2013 dengan alasan paling banyak menyerap anggaran dan memiliki utang terbanyak. Padahal empat RS ini memiliki ruang dan kamar terbanyak untuk melayani masyarakat yang mempergunakan akses kesehatan gratis.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini