Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Rela Jalan Kaki Sejauh 5 Kilometer Demi Air Bersih

Bramantyo , Jurnalis-Sabtu, 14 September 2013 |02:12 WIB
Warga Rela Jalan Kaki Sejauh 5 Kilometer Demi Air Bersih
Warga Memburu Air Bersih (Foto:Bramantyo)
A
A
A

SRAGEN - Lima kecamatan di Sragen, Jawa Tengah mulai dilanda krisis air bersih. Hal tersebut membuat warga harus rela berjalan sejauh lima Kilometer untuk mendapatkan air bersih

Medan berbukit ditambah jalan yang terjal selalu mereka lalui agar dapat menikmati air bersih. Tak hanya itu saja,mereka harus mengantri dengan warga lainnya yang juga mengantri untuk mendapatkan air bersih.

Sudaryono (43), warga Dukuh Plosorejo, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak sebulan terakhir. Sebab hujan yang tidak kunjung turun.

"Sumur-sumur kami di rumah sudah kering semua. Sementara pompa air sumbangan dari PNPM juga tidak bisa dipakai. Ya jadinya terpaksa harus mengambil air sampai ke Belik Resenu. Kalau tidak gitu, gimana kami bisa mendapatkan air," papar Sudaryono saat ditemui disela aktifitas mengambil air, Jumat (13/9/2013).

Menurut Sudaryono, hanya di Belik Resemu warga bisa mendapatkan air bersih, yang diambil dari sumber air tertua di desanya. Sumber tersebut selalu menjadi andalan warga jika kekeringan mulai melanda.

Belik tersebut berada di balik bukit yang jaraknya sekira lima kilometer dari rumahnya. "Ya itu,harus antre dengaan warga lainnya dan jalannya naik,"ujarnya.

Sudaryono berharap, ada bantuan pengiriman air bersih untuk meringankan beban warga. Apalagi, sumur pantek dari proyek PNPM yang semula difungsikan menanggulangi krisis air rusak setahun terakhir.

Padahal warga sudah mengeluarkan uang iuran, agar proyek Sumur Pantek seharga Rp12 juta bisa beroperasi.

Sementara Kepala Desa (Kades) Dukuh, Kecamatan Tangen, Alif Murwanto membenarkan bila warganya mulai kesulitan mencari air bersih. "Warga saat ini memilih mencari air di sumur tua seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena droping air juga belum ada," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Tangen, Joko Suratno mengatakan, tidak hanya satu dukuh saja di wilayahnya yang kesulitan mencari air bersih. Dukuh lainnya di Kecamatan Tangen seperti, Desa Dukuh, Ngrombo, Denanyar, Galeh, dan Glagah juga kesulitan.

Di antaranya di Glagah, warga yang mengalami kesulitan air sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK), di Ngrombo sekitar 100 KK. Total KK yang butuh air bersih sekira 320-350 KK. Idealnya, kekurangan air itu dipasok 18 tangki air bersih per minggu.

"Proyek Pamsimas yang di desa juga tidak mampu mengatasi kebutuhan air,"pungkasnya.

(K. Yudha Wirakusuma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement