ZAMBOANGA – Drama penyanderaan Kepala Kepolisian Kota Zamboanga, Chiquito Malayo, akhirnya berakhir. Malayo bebas setelah berhasil membujuk anggota pemberontak yang menawannya.
Penyanderaan Malayo merupakan bagian dari pertempuran antara tentara Filipina dengan pemberontak Moro National Liberation Front (MNLF). Pertempuran yang berpusat di Kota Zamboanga itu kini telah memasuki pekan yang kedua.
“Malayo disandera saat berupaya meyakinkan pemberontak untuk menyerahkan diri,” ujar Menteri Dalam Negeri Filipina Mar Roxas, seperti dikutip AFP, Rabu (18/9/2013).
MNLF memang menggunakan penyanderaan sebagai bagian dari teknik pertempuran mereka. Setidaknya sudah ratusan warga Zamboanga yang telah mereka sandera. Para sandera kemudian mereka jadikan perisai manusia untuk menghindari serangan tentara.
Aksi MNLF tersebut sempat menyulitkan tentara Filipina. Pihak tentara baru mengalami kemajuan setelah berhasil membebaskan sebagian besar sandera.
MNLF sebenarnya sedang dalam proses perundingan damai dengan Pemerintah Filipina. Kelompok yang melakukan pertempuran di Zamboanga merupakan faksi pimpinan Misuari yang menolak jalannya perundingan. (why)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.