Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Zainuddin Bantah Kunjungi PON Riau pada 2011

Bagus Santosa , Jurnalis-Jum'at, 20 September 2013 |17:33 WIB
Zainuddin Bantah Kunjungi PON Riau pada 2011
Gubernur Riau Rusli Zainal (Foto: Heru/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PKS, Ahmad Zainuddin berkilah saat dirinya disebut mengetahui perkara revisi pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2010 tentang pembangunan venue lapangan tembak Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Riau yang saat ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  
 
Dia berkelit dan mengatakan, dirinya merupakan orang baru di Komisi X, komisi yang bermitra dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sehingga dia tidak bisa bercerita banyak ke KPK terkait masalah tersebut.
 
"Saya ditanya seputar kunjungan ke Riau bulan Februari (2011). Saya di Panja itu ikut di bagian akhir, ujung. Saya baru aktif di Panja PON pada bulan Juli," kata Zainuddin usai diperiksa KPK, Jakarta, Jumat (20/9/2013).
 
Pada bulan Februari itu, Zainuddin mengklaim masih aktif sebagai anggota Komisi VIII. Dia baru masuk ke Komisi X sekira bulan Juli. Selama kurun waktu itu, dia mengaku tidak ikut campur dalam urusan Panja PON.
 
"Enggak ada. Saya enggak ada. Saya baru aktif (Komisi X, Panja PON) bulan Juli," kilahnya.
 
Dijelaskan, pada bulan Juli dia pernah ada kunjungan ke lokasi PON Riau. Saat itu, banyak juga anggota Panja yang ikut. Namun, dia tidak memberikan rincian terkait anggota Panja yang lain ini. "Bulan Juli saya ikut, banyak juga anggota Panja lainnya," ujarnya.
 
Dalam kunjungan bulan Juli ini, dia menjelaskan ada kunjungan ke beberapa venue tempat dilaksanakannya PON tersebut. Selain itu, ada juga rapat tertentu, namun, lagi-lagi dia tidak merinci soal rapat tersebut. "(Disana) ada rapat biasa dan juga mengunjungi beberapa venue," sebutnya.
 
Ketika disinggung, apakah ada permintaan adanya permintaan peningkatan anggaran setelah kunjungan di Bulan Juli ini, Zainuddin menjawabnya dengan santai. "Nggak ada (permintaan). Kata penyidik, permintaan (peningkatan anggaran) itu ada di bulan Februari. Saya ngga ikut terlibat dalam Panja PON sebelum bulan Juli," jelasnya.
 
Dia juga berdalih tak tahu soal adanya pembahasan penambahan anggaran serta adanya rapat di rumah Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, untuk mengurusi penambahan anggaran tersebut. "Saya tidak ada. Kata penyidik permintaan itu di bulan Februari," jelasnya.
 
Saat disinggung soal sikap PKS dalam peningkatan anggaran PON ini, Zainuddin juga tidak menjawabnya. Dia malah melengos kembali ke ruang Lobbi KPK untuk meminta pengamanan.
 
Setelah beberapa menit di ruang lobbi KPK, sebuah taksi pun datang dan menjemput Zainuddin. Zainuddin yang kala itu menggunakan kemeja putih dan celana panjang krem akhirnya meninggalkan KPK setelah sekira lima jam dia diperiksa.
 
Ahmad Zainuddin, hari ini, Jumat (20/9/2013), dipanggil KPK terkait penyidikan kasus revisi pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2010 tentang pembangunan venue lapangan tembak Pekan Olahraga Nasional XVII Riau. Dia diperiksa sebagai saksi bagi Gubernur Riau nonaktif, Rusli Zainal, yang disangka menerima dan melakukan suap dalam proyek tersebut.

(Misbahol Munir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement