Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Unifikasi Jerman, Indonesia Tidak Bisa belajar Banyak

Andreas Gerry Tuwo , Jurnalis-Jum'at, 04 Oktober 2013 |09:33 WIB
Unifikasi Jerman, Indonesia Tidak Bisa belajar Banyak
A
A
A

JAKARTA - Rakyat Jerman baru saja merayakan hari bersatu Jerman Barat dan Jerman Timur pada 3 Oktober 2013. Tetapi peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak yang bisa di pelajari Indonesia.

Pernyataan tersebut diucapkan oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel. "Sejarah antara Indonesia dan Jerman sangat berbeda," ujar Witschel pada peringatan reunifikasi Jerman, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (3/10/2013)

"Jerman setelah perang dunia kedua harus terpisah menjadi Jerman Barat dan Timur. Selama bertahun-tahun kita terpisah oleh tembok berlin yang sangat besar," jelas Witschel.

"Sampai akhirnya kami sadar perang bukanlah alternatif. Semua itu bermula ketika kami menjadi pengagas dari Uni Eropa," ditambahkannya.

Menurut Witschel, terbukannya Jerman pada dunia luar menyebabkan tumbuhnya elemen dasar penyatuan kedua Jerman.

"Jadi tidak banyak yang bisa diambil Indonesia dari bersatunya Jerman karena sejarah yang begitu berberda. Mungkin yang bisa diambil adalah demokrasi, toleransi antar kepercayaan dan ideologi merupakan resep yang baik untuk merengkuh kesuksesan," tutup Dubes Negeri Bavaria ini.

Sekedar informsi Penyatuan Jerman dimulai oleh keinginan rakyat Jerman Timur untuk hidup lebih bebas. Sehingga mereka melancarkan protes dan menyebabkan kejatuhan pemerintahan Jerman Timur. Bersatunya kedua Jerman semakin nyata dengan diruntuhkannya tembok Jerman yang selama puluhan tahun menjadi simbol terpisahnya dua negara bersaudara tersebut.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement