nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dugaan Suap Hakim MK Sudah Ada Sejak Era Mahfud MD

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2013 08:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 10 08 339 878167 idsu1cFwr2.jpg Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dugaan penerimaan suap oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK), yang terkait sengketa Pemilukada, memang sudah lama terdengar. Bahkan, saat Mahfud MD menjadi Ketua MK, ada laporan yang menyebut salah satu Hakim MK diduga terima suap untuk mengurus sengketa Pemilukada.

Mahfud mengaku, ada seorang pengacara bermana Refly Harun yang menuding Akil Mochtar menerima suap terkait sengketa Pemilukada Simalungun. Peristiwa itu mencuat pada 2010, saat Akil masih jadi Hakim MK.

Namun, karena tidak terbukti, dugaan itupun berlalu begitu saja tanpa ada tindak lanjut.

"Ada (aduan) namanya Refly Harun. Semula dia enggak sebut nama. Saya tantang dia sebut nama sudah ketemu nama. Sesudah menyebut nama, ternyata sesudah dikonfrontasi enggak ketemu (bukti), tetep kita laporin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetep enggak ketemu sampai sekarang," jelas Mahfud kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta, Senin (7/10/2013) malam.

Karena itulah, Mahfud menganggap kalau Akil saat itu bersih. Pria asal Madura itu pun tak menyangka jika sosok yang dahulu dikenal bersih, kini menjadi tersangka dugaan penerimaan suap terkait dua sengketa Pemilukada oleh KPK.

"Selama menurut saya bersih, itu sudah dilaporkan ke KPK tidak ada. Apa ada yang lebih hebat dari KPK untuk menilai? Kalau saya harus lapor yang lebih tinggi dari KPK, Tuhan. Hanya Tuhan yang lebih tinggi dari KPK dan itu sudah saya lakukan. Sampai saat saya berhenti memang tidak ada dan enam bulan setelah saya berhenti baru tertangkap," paparnya.

Dia pun menantang jika memang ada yang punya bukti kuat selama dirinya menjadi Ketua MK memang ada kasus anggota Hakim MK ada yang menerima suap terkait sengketa Pemilukada untuk segera membongkarnya.

"Iya, kejadian ini baru kali ini. Tapi kalau ada lama-lama silahkan dibuka. Sekarang banyak yang genit juga begitu kasus ini terjadi, kasus sebelumnya dibongkar. Bahkan ada perkara yang pada 2007 katanya pernah dipalak MK. Padahal, saat itu MK belum mengadili. MK itu baru mulai mengadili tahun 2008," simpulnya.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini