RAMALLAH - Otoritas Palestina mengatakan, Israel adalah satu-satunya tersangka dalam pembunuhan Yasser Arafat. Tuduhan Palestina itu dikeluarkan setelah tim ilmuwan Swiss menemukan racun polonium di tubuh Arafat.
Penemuan zat radioaktif berbahaya itu sontak membenarkan dugaan bahwa mantan pemimpin Palestina itu wafat karena diracun. Israel pun menjadi tersangka utama pembunuhan Arafat.
"Kami dapat katakan bahwa Israel adalah satu-satunya dan menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan Arafat. Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mencari tahu mengkonfirmasi kasus tersebut," ujar Kepala Penyelidikan Kematian Arafat dari pihak Palestina, Tawfiq Tirawi, seperti dikutip Reuters, Sabtu (9/11/2013).
"Ini adalah kejahatan besar dalam abad 21. Tujuan fundamental kami saat ini adalah mencari tahu siapa di balik pembunuhan Yasser Arafat," jelasnya.
Namun Israel membantah tuduhan Palestina. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor menegaskan pihak tidak terlibat dalam kematian Arafat.
"Saya tegaskan secara sederhana dan jelas, Israel tidak membunuh Arafat. Semuanya sudah jelas," tutur Palmor.
"Palestina harus menghentikan mengeluarkan tuduhan terhadap Israel tanpa ada bukti. Israel tidak melakukannya!," lanjutnya.
Pada November 2012, tim ahli dari Swiss mengambil sampel dari jasad Arafat atas permintaan dari janda Arafat, Suha Arafat. Setelah melakukan penyelidikan, mereka akhirnya menemukan bahwa di tubuh Arafat terdapat zat radioaktif polonium.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.