ISLAMABAD – Sejumlah sekolah privat di Pakistan secara resmi melarang buku dari aktifis Malala Yousafzai. Alasan pelarangan tersebut dikarenakan pihak sekolah menuduh buku yang ditulis oleh Malala adalah alat dari barat untuk mempengaruhi kaum muda Pakistan.
Malala menjadi perhatian dunia ketika dirinya menjadi korban penembakan milisi Taliban, tahun lalu di Barat Laut Pakistan. Dia berhasil selamat dari peristiwa tragis tersebut dan menerbitkan sebuah buku yang berjudul "I Am Malala" yang dia tulis bersama jurnalis Inggris, Christina Lamb.
Presiden Asosiasi Sekolah Privat Pakistan, Adeeb Javedani membernarkan pelarangan tersebut dan menyebut kelompok mereka telah menarik 40 ribu buku Malala dari sekolah yang terkait dengan organisasinya. Dia menjelaskan alasan utama pelarangan adalah buku itu mewakili barat bukan Pakistan.
Selain organisasi pimpinan Adeeb, Chairman Federasi Sekolah Privat Seluruh Pakistan, Kashif Mirza juga menempuh hal yang sama.
“Malala merupakan panutan bagi anak-anak tetapi buku ini telah membuatnya menjadi kontroversial, melalui buku ini dia telah menjadi alat dari kekuatan barat,” kata Mirza, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (11/11/2013).
Malala merupakan suatu fenomena besar bagi Pakistan dan dunia. Remaja yang bercita-cita menjadi Presiden Pakistan ini merupakan simbol perlawanan terhadap Taliban dan lambang kesataraan pendidikan di Pakistan.
Pelarangan bukunya dapat mempengaruhi anak-anak di Pakistan, dikarenakan jutaan anak Pakistan lebih memilih sekolah privat dibanding sekolah reguler karena buruk sistem di sekolah reguler.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.