Image

Ini 50 Titik Macet di Kota Bandung dan Penyebabnya (Bagian I)

Oris Riswan, Jurnalis · Rabu, 13 November 2013 - 10:17 WIB
Ilustrasi kemacetan di Bandung (Foto: Okezone) Ilustrasi kemacetan di Bandung (Foto: Okezone)

BANDUNG - Kemacetan menjadi salah satu masalah utama di Kota Bandung, Jawa Barat. Titik kemacetan itu tersebar di berbagai tempat. Dari semua titik yang ada, Okezone merangkumnya menjadi 50 lokasi.

Penyebabnya beragam, mulai dari keberadaan pedagang kaki lima (PKL), angkot yang ngetem sembarangan, parkir liar, padatnya arus lalu lintas, penyempitan jalan atau bottle neck, pusat keramaian, hingga kurang tegasnya polisi atau petugas Dishub terhadap para pelanggar lalu lintas.

Jam macet di berbagai lokasi juga berbeda. Namun mayoritas kemacetan terjadi pagi dan sore hari yang merupakan jam sibuk. Ada yang macetnya parah, tapi ada juga yang hanya tersendat.

Berikut ini titik yang menjadi pusat kemacetan di Bandung dan penyebabnya:

1. Perempatan Soekarno-Hatta-Terminal Leuwipanjang:

Penyebab: Seringnya angkot dan minibus ngetem di traffic light dekat pos polisi. Akibatnya, laju kendaraan lain tersendat. Hal itu diperparah dengan keberadaan PKL di sebelah barat traffic light.

Tak jauh dari traffic light, tepatnya di sebelah timur, jadi tempat favorit angkot 05 jurusan Cicaheum-Cibaduyut untuk ngetem. Padahal jelas di sana ada plang dilarang berhenti.

2. Jalan Leuwipanjang (depan Terminal Leuwipanjang)

Penyebab: Angkot ngetem sembarangan, dan ruas jalan yang kecil.

3. Jalan AH Nasution (depan Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Bandung)

Penyebab: Angkot ngetem dan parkir di pinggir jalan.

4. Jalan AH Nasution (depan Pasar Ujungberung)

Penyebab: Pedagang meluber ke pinggir jalan dan angkot ngetem.

5. Jalan AH Nasution (depan Jalan Cikadut, Sindanglaya, dan Pasirimpun)

Penyebab: Banyaknya kendaraan yang keluar masuk dari Jalan Cikadut, Sindanglaya, dan Pasirimpun.

6. Sekitar Terminal Cicaheum

Penyebab: Angkot ngetem sembarangan, bahkan sering berhenti seenaknya di sekitar traffic light.

7. Jalan Katamso

Penyebab: Angkot ngetem sembarangan, pertemuan kendaraan dari tiga arah, dan kondisi jalan yang menyempit.

8. Jalan Pahlawan (depan Griya dan SPBU)

Penyebab: Angkot ngetem sembarangan, banyaknya kendaraan yang keluar masuk, dan jalan terbilang kecil.

9. Jalan Surapati (depan Kantor Imigrasi dan Pasar Cihaurgeulis)

Penyebab: Banyaknya kendaraan yang keluar-masuk kantor Imigrasi dan aktivitas pasar.

10. Pertigaan Jalan Setiabudi-Gegerkalong

Penyebab: Arus lalu lintas padat dari tiga arah.

11. Pertigaan Jalan RE Martadinata-Wastukancana

Penyebab: Penyempitan jalan dan penumpukan kendaraan dari dua arah.

12. Jalan Merdeka (depan Bandung Indah Plaza)

Penyebab: Angkot ngetem, PKL meluber ke pinggir jalan, arus lalu lintas padat, dan banyak warga yang menyeberang.

13. Jalan Merdeka (dekat Mapolrestabes Bandung)

Penyebab: Banyaknya kendaraan orangtua siswa yang parkir sembarangan untuk menjemput anaknya sekolah.

14. Jalan Otista (depan Pasar Baru)

Penyebab: Angkot ngetem sembarangan, taksi dan becak parkir di kanan jalan, banyaknya PKL, serta parkir liar.

15. Jalan Otista (dekat Lapangan Tegalega)

Penyebab: Maraknya jumlah PKL yang ada di sana hingga memakai hampir setengah dari badan jalan. Kondisi itu diperparah dengan angkot yang ngetem.

16. Jalan Astanaanyar

Penyebab: Banyaknya PKL yang menggelar dagangannya di kiri dan kanan jalan, serta angkot ngetem sembarangan.

17. Jalan Dewi Sartika (sekitar alun-alun)

Penyebab: Banyaknya PKL, parkir liar, aktivitas warga, dan angkot ngetem.

18. Jalan Braga Andesit

Penyebab: Parkir liar di kanan jalan, sedangkan kondisi jalan terbilang sempit.

19. Jalan Perintis Kemerdekaan

Penyebab: Arus lalu lintas yang padat karena menampung kendaraan dari Jalan Braga, Suniaraja, dan Kebonjukut.

20. Jalan Ahmad Yani (depan Pasar Kosambi dan rel kereta api)

Penyebab: Parkir liar, banyak kendaraan keluar-masuk pasar, banyak PKL di pinggir jalan, angkot dan becak yang ngetem, serta adanya perlintasan kereta api mengharuskan kendaraan harus melajur lebih pelan di dekat perlintasan.

21. Jalan Laswi

Penyebab: Penyempitan jalur, sedangkan volume kendaraan yang melintas di lokasi cukup tinggi. Hal itu ditambah adanya perlintasan kereta api yang membuat pengendara harus melaju lebih pelan di dekat perlintasan.

22. Jalan Karapitan (depan Kampus Langlangbuana)

Penyebab: Banyaknya kendaraan keluar-masuk kampus, angkot ngetem hingga memakai setengah badan jalan, tingginya volume kendaraan yang berasal dari Jalan Moch Ramdan, Gurame, dan Pungkur.

23. Perempatan Soekarno-Hatta-Ibrahim Adjie

Penyebab: Banyaknya volume kendaraan, durasi lampu merah lebih dari tiga menit.

24. Jalan Sunda

Penyebab: Banyaknya volume kendaraan, angkot ngetem sembarangan, banyak kendaraan dari Jalan Naripan melanggar plang dilarang melintas, keluar masuk kendaraan ke pertokoan, serta adanya perlintasan kereta api.

25. Perempatan Moch. Toha-BKR

Penyebab: Seringnya angkot dan minibus ngetem di dekat traffic light, penyempitan jalan, serta banyaknya volume kendaraan dari Jalan Moch Toha, BKR, dan Peta.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming