Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PM Australia Ucapkan Penyesalan, tapi Belum Minta Maaf

Fajar Nugraha , Jurnalis-Rabu, 20 November 2013 |16:59 WIB
PM Australia Ucapkan Penyesalan, tapi Belum Minta Maaf
PM Australia Tony Abbott (Foto: Sidney Morning Herald)
A
A
A

CANBERRA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan untuk menghentikan kerjasama militer dan penyelesaian masalah imigran ilegas dengan Australia, terkait masalah penyadapan. Tetapi Perdana Menteri Australia masih belum meminta maaf.

Di hadapan anggota Parlemen Australia, Perdana Menteri Tony Abbott mengaku menyesal dengan apa yang disebabkannya terkait masalah penyadapan.

"Saya ingin mengucapkan di hadapan anggota dewan, penyesalan yang mendalam bila Presiden dan rakyat Indonesia merasa malu dengan apa yang telah diakibatkan oleh laporan media (Australia tentang penyadapan)," ucap Abbott di hadapan parlemen, seperti dikutip The Sidney Morning Herald, Rabu (20/11/2013).

"Jelas ada isu serius yang harus diatasi antara kedua belah pihak antara kedua negara," lanjutnya.

Namun, Abbott mengaku merasa tergugah dengan pernyataan Presiden SBY mengenai penguatan hubungan antara Australia dengan Indonesia.

Meski sudah menyebutkan rasa penyesalannya, PM Abbott tidak mengucapkan satu pun kata maaf kepada Indonesia mengenai tindakan intelijen Australia yang melakukan penyadapan terhadap SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Penyadapan juga dialami oleh beberapa pejabat lainnya, seperti Wapres Boediono dan mantan Wapres Jusuf Kalla.

Dalam pidatonya di Istana Negara, Rabu 20 November 2013 Presiden SBY, tidak habis pikir mengapa Australia yang dianggapnya kawan dapat menyadap telefonnya dan Ibu Ani Yudhoyono. Menurut presiden, seharusnya Australia menyadap musuhnya.

Menurut presiden, masalah ini adalah masalah serius bukan hanya aspek hukum. Presiden mengatakan, hukum di Indonesia dan Australia tidak membolehkan menyadap pejabat negara lain. SBY meminta Australia sebagai negara sahabat seharusnya dapat berpikir jernih dan tidak usah melakukan penyadapan. (faj)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement