ITSB, Kampus Eco-Industry Pertama di Indonesia

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Senin 02 Desember 2013 21:54 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 02 373 906160 xDjHZ5DHK7.jpg Logo ITSB. (Dok: ITSB)

JAKARTA - Sebagai kampus yang terhitung masih berusia muda, upaya Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) membangun reputasi sebagai Eco-Industry Oriented University pertama di Indonesia  melalui sejumlah program studi ilmu terapan yang sangat membutuhkan komitmen dukungan dari Yayasan ITSB.

"Yayasan melihat kesiapan infrastruktur pendukung pendidikan yang memadai sangat lah vital, termasuk di dalamnya penambahan tenaga pengajar, begitu pula dengan penyediaan beasiswa tidak saja bagi para mahasiswa, tapi juga bagi pengajar," ujar Ketua Badan Pengawas Yayasan ITSB G. Sulistiyanto seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Senin (2/12/2013).

Selain itu, budaya riset juga harus diperkuat melalui penelitian berikut dukungan insentif. "Begitu pula dengan program pengabdian masyarakat, termasuk melibatkan peran pilar bisnis yang ada di lingkup Sinar Mas menjadi perhatian utama kami," ucapnya.

ITSB dalam Sidang Senat Terbuka dan Penerimaan Mahasiswa Baru yang membuahkan 183 orang di tahun akademik 2013/2014, Sulistiyanto melanjutkan, kembali perannya mendukung upaya peningkatan Angka Partisipasi Kasar mahasiswa di Indonesia.

"Menyediakan akses lebih luas bagi lulusan sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang nantinya diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lagi peluang kerja, itu komitmen kami sejak awal," ungkapnya.

Lebih lanjut, dengan melakukannya melalui sinergi, melibatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi serta sektor industri, khususnya yang beroperasi di kawasan tersebut. "Kami percaya jika tujuan tadi dapat kita capai,” tuturnya.

Komitmen tadi antara lain diwujudkan melalui penambahan gedung kampus ITSB, penyediaan beasiswa yang bekerja sama dengan Eka Tjipta Foundation, menjalin kesepakatan dengan sejumlah pilar bisnis Sinar Mas, seperti PT SMART Tbk. guna menyediakan beasiswa dengan ikatan dinas.

"Kerja sama dengan berbagai pihak yang telah dilakukan selama ini dan terus kami perkuat, diharapkan tidak saja mampu memunculkan para tenaga ahli di bidang sains dan teknologi, yang berwawasan industri dan lingkungan, atau eco-techno engineer berkualitas saja, tapi juga ikut mendorong terbukanya banyak lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan para lulusan beserta masyarakat sekitarnya," kata Rektor ITSB Ari Darmawan Pasek yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar (Gubes) oleh Kemendikbud pada 1 Oktober lalu.

Sebelumnya, kampus seluas lima hektare yang merupakan bangunan kampus pertama berkonsep green building, ITSB yang selama ini juga menjadi feeder university ITB telah menggelar perkuliahan bagi lima angkatan dengan jumlah mahasiswa sebanyak 484 orang di bawah arahan 90 orang pengajar.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini