JOMBANG - Praktik terapi tunarungu Masudin di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai membuat kalangan medis gerah. Keajaiban demi keajaiban para pasien yang tiba-tiba bisa mendengar pasca-diterapi tak kunjung membuat kalangan medis percaya.
Terapi tunarungu Masudin di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, seolah membawa kita untuk melihat sebuah keajaiban, Jumat (13/12/2013). Betapa tidak, lagi-lagi pasien yang mengalami tunarungu total mendadak bisa mendengar setelah diterapi.
Seperti yang dialami Wartono dan istrinya, orang tua Bela Yuliastika (15) pasien asal Tuban, Jawa Timur. Saat melihat putrinya mendadak bisa mendengar sambil menangis, Wartono langsung mengumandangkan azan di telinga putrinya.
Masih belum puas dan takjub dengan anugerah tersebut, Wartono bersimpuh dan sujud di lantai mengucapkan syukur.
Namun hal itu jauh berbeda dengan yang kembali diungkapkan paramedis. Para dokter bersikukuh tak mau memercayai hal tersebut. Wakil Direktur RSUD Jombang, dr Puji Umbaran, menyatakan kesembuhan pasien tunarungu tidak bisa dibuktikan hanya dengan memanggil-manggil namanya saja tapi perlu diuji dengan alat medis.
Dia membantah pihaknya resah dengan praktik terapi Masudin. Menurutnya, praktik terapi Masudin tidak membuat jumlah pasien yang datang berobat ke RSUD Jombang menurun. dr Puji mengatakan rumah sakit memiliki pasien tetap atau pelanggan yang setia berobat secara medis dan tidak tergiur dengan terapi fenomenal Masudin.
Meski mengaku tidak resah, dr Puji Umbaran mengakui terapi Masudin belakangan gencar dibahas para dokter se-Jawa Timur. Mereka mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur segera turun untuk melakukan pembuktian secara medis terhadap praktik itu. Pasalnya, yang berhak melakukan pembuktian adalah Dinkes Provinsi Jatim, bukan Dinkes Jombang.
Paramedis mengusulkan yang melakukan pengujian adalah lembaga ahli independen seperti Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga atau perguruan tinggi lainnya. Pasien juga harus diambil secara acak atau random oleh tim penguji bukan ditentukan oleh Masudin.
Menurutnya, tujuan pembuktian yakni jika terapi tersebut tidak benar maka masyarakat dapat mengetahuinya dan tidak ada lagi yang tertipu. Namun, jika praktik terapi tersebut terbukti menyembuhkan, paramedis di Jawa Timur berjanji akan mendukung dan bekerjasama dengan Masudin.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.