Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kondisi Korban Aborsi Dukun Senenten Masih Labil

Hana Purwadi , Jurnalis-Rabu, 18 Desember 2013 |12:16 WIB
Kondisi Korban Aborsi Dukun Senenten Masih Labil
Ilustrasi
A
A
A

PROBOLINGGO - TS, remaja 14 tahun  yang mengalami pendarahan hebat lantaran berusaha menggugurkan janin yang dikandungnya, masih dirawat di Ruang ICU RSU dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo, Jawa Timur. Dia merupakan salah seorang pasien dari dukun aborsi Senenten.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan di rumah sakit, Rabu (18/12/2013), kondisi TS belum stabil. Tidak ada yang diperkenankan mengunjunginya selain tim medis.

TS sempat mendapat perawatan di RS Tongos, Kabupaten Probolinggo, namun karena kondisi parah dia dipindahkan ke RSU Muhammad Saleh. Dia mengalami pendarahaan hebat lantaran berusaha menggugurkan janin yang dikandungnya.

Usia kehamilannya sekira lima sampai enam bulan, namun belum diketahui kondisi pasti janin tersebut saat ini. Kabar yang beredar, bayi yang dikandungnya selamat. TS merupakan warga Pulau Gili, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Tukan pijat tradisional bernama Sanenten yang menangani aborsi TS pun dibekuk polisi di kediamannya, Desa Semendi, Kecamatan Tongos pada Senin 16 Desember malam. Tetangganya bernama Sulastri turut ditangkap, namun hingga kini masih sebagai saksi. Sulastri diduga membantu praktik aborsi yang dilakoni Senenten.

Dari kediaman Senenten, polisi telah menemukan 22 janin bayi yang dikubur terpisah-pisah di sekitaran dapur dan kamar mandi. Polisi masih akan melakukan penggalian karena diduga masih ada janin lainnya, mengingat Senenten menekuni pekerjaannya sebagai tukang pijat sejak 40 tahun silam.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement