JAKARTA - Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Pas) Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo membantah adanya fasilitas mewah di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Rutan ini kini menjadi tempat mendekam Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.
Akbar menjelaskan, tidak ada fasilitas seperti pendingin ruangan yang tersedia di sel khusus yang biasa di isi oleh para koruptor wanita.
"Tidak ada fasilitas seperti itu di Rutan Pondok Bambu, saya sudah kroscek ke Kalapas, tidak benar itu. Kalapas saat ini sudah bekerja secara maksimal menghindari penyimpangan yang ada di Rutan," ujar Akbar kepada Okezone, Selasa (24/12/2013).
Mengenai salon yang tersedia untuk merawat dan memanjakan tubuh yang dinikmati tahanan berduit, pun dibantah Akbar. Menurutnya, salon tersebut memang tersedia untuk pelatihan para warga binaan. Ditegaskan Akbar, para koruptor yang ditahan di Rutan Pondok Bambu tidak pernah menggunakan jasa salon tersebut.
"Mereka memang diberi keterampilan seperti merangkai manik-manik, salon, dan lainnya. Agar keluar dari sana mempunyai keterampilan. Tapi kalau koruptor yang di sana belum ada yang menggunakan jasa salon itu, saya sudah kroscek," papar Akbar.
Lalu, bagaimana dengan tahanan pendamping alias taping yang dikabarkan menjadi bisnis sampingan para tahanan? Para taping yang siap 24 jam melayani para tahanan berduit, seperti menyuci baju, menyediakan makan, menggantikan giliran kerja bakti, dan lain sebagainya.
"Tidak benar, di Rutan tidak ada yang namanya tahanan pendamping yang melayani para tahanan berduit. Mereka semua diperlakukan sama, tidak ada beda," tegasnya. "Kepala Rutan Pondok Bambu sudah berusaha maksimal dalam menjalankan tugas sesuai prosedur," imbuhnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.