Mossad Israel Latih Mandela Cara Sabotase

Fajar Nugraha, Okezone · Selasa 24 Desember 2013 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 24 414 916735 O6lamIiGUt.jpg Nelson Mandela (Foto: EPA)

JOHANNESBURG - Dokumen rahasia yang dikeluarkan Israel menunjukkan fakta mengejutkan mengenai mantan Presiden Afrika Selatan (Afsel) Nelson Mandela. Ternyata Mandela pernah dilatih intelijen Israel, Mossad, untuk melakukan sabotase dan spionase.

Dokumen yang dirilis oleh pihak arsip nasional Israel menunjukkan surat per tanggal 11 Oktober 1962 dengan judul "The Black Pimpernel". Surat itu menunjukkan perbincangan mengeenai seorang rekrutan di Ethiopia dengan nama David Mobasari dari Rhodesia.

"Dia (David Mobasari) dilatih oleh Ethiopians dengan ilmu bela diri Judo, melakukan sabotase serta penggunaan senjata," isi dari surat tersebut, seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/12/2013).

Nama "The Black Pimernel" diketahui sebagai julukan yang disematkan kepada Mandela. Nama itu diperolehnya ketika dalam pelarian saat terjadinya perjuangan melawan apartheid.

Menurut suratkabar Israel Haaretz, istilah "Ethiopians" mungkin sebuah kode nama untuk agen Mossad yang bekerja di Ethiopia. Menurut Haaretz, Mandela memberikan salam dengan cara Israel -Shalom- dan mengerti betul mengenai Yahudi dan Israel serta menunjukkan dirinya sebagai sosok yang terpelajar.

"Ethiopians mencoba untuk membuatnya sebagai seorang zionis. Berdasarkan foto yang ada surat kabar mengenai penangkapan The Black Pimpernel di Afrika Selatan, dan rekrutan dari Rhodesia tersebut menggunakan nama palsu. Tetapi keduanya pada dasarnya satu orang yang sama," lanjut Hareetz.

Mandela juga dikabarkan sangat tertarik dengan metode milisi Yahudi dan Hagana, yang sudah ada sebelum Israel terbentuk pada 1948. Namun pihak Nelson Mandela Foundation mengaku tidak memiliki bukti bahwa Mandela dilatih oleh Israel.

Pihak Nelson Mandela Foundation hanya memiliki data bahwa Mandela menjalani pelatihan militer di pejuangĀ  kemerdekaan Aljazair di Maroko. Selain itu dirinya juga mendapatkan pelatihan dari batalyon sergap Ethiopia di Kolfie, sebelum kembali ke Afsel pada Juli 1962.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini