Jatuh Hati pada Batik, Mandela Tolak Jas Armani

Randy Wirayudha, Okezone · Rabu 02 Maret 2016 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 02 18 1325353 jatuh-hati-pada-batik-mandela-tolak-jas-armani-Ffaih2MFMZ.jpg Mendiang Nelson Rolihlahla 'Madiba' Mandela yang menggemari baju batik (Foto: Dylan Martinez/REUTERS)

SELAIN destinasi wisata Bali dan kuliner rendang, Indonesia punya tempat di dunia sebagai negeri asal kain batik. Kain bermotif tradisional ini sedianya tak hanya populer berkat pengakuan Badan PBB urusan Budaya (UNESCO), tapi juga berkat salah satu tokoh besar dunia, mendiang Nelson ‘Madiba’ Mandela.

Ya, Mandela dikenal acap mengenakan kemeja sutera batik, tidak hanya untuk acara-acara santai, tapi juga event-event formal, seperti Sidang PBB, misalnya – sebagaimana yang pernah diutarakan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), 2013 silam.

"Nelson Mandela lebih memperkenalkan batik kita di dunia internasional," papar JK, dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, 6 Desember 2013 silam.

"Dia berani memakai batik dalam sidang PBB. Kalau saya barangkali masih ragu memakai batik dan berbicara dalam sidang PBB, tapi dia tidak," tambahnya kala itu.

Mengulas kembali soal Mandela yang jatuh hati pada pakaian batik, tak lepas dari inspirasi dan kesan mendalamnya kala berkunjung ke Indonesia, Oktober 1990 silam.

Kunjungannya itu dalam rangka “safari politik”, setelah dilepaskan dari Penjara Pulau Robben pada Februari 1990 dan terpilih menjadi Wakil Presiden African National Congress (ANC), 2 Maret 1990.

Saat itu, Mandela mulai menumbuhkan kecintaannya pada batik, usai melihat Presiden RI kedua, Soeharto mengenakannya. Di sisi lain, seperti dikutip buku ‘The Communication of Leadership: The Design of Leadership Style’, Mandela juga akhirnya dihadiahi batik oleh Presiden Soeharto.

Sejak itulah, Mandela kemudian ingin punya koleksi batik yang lebih banyak lagi. Tapi kebiasaan Mandela mengenakan batik di berbagai perhelatan, baru bisa dilakukan secara kontinyu setelah pertemuannya dengan seorang desainer, Desré Buirski.

Desré yang tahu akan kecintaan Mandela pada batik, memberanikan diri untuk menghadiahkan Mandela sebuah kemeja sutera batik, lewat seorang pengawal Mandela, ketika figur yang kemudian jadi Presiden Afrika Selatan (Afsel) itu, mengunjungi sebuah sinagoga di Cape Town.

Kemeja sutera itulah yang dikenakan Mandela, saat pertama kali berbicara di depan publik, pasca-terpilih menjadi Presiden Afsel, Mei 1994. Namun baru setahun kemudian Desré bisa bertatap muka langsung di kediaman Madiba di Tuynhuys, Cape Town.

“Saya berkesempatan bertemu manusia super ini. Momen yang sangat tidak bisa dipercaya. Saya inget berdiri di depan kantornya dan kemudian nampaklah beliau ketika pintu terbuka,” ungkap Desré, sebagaimana dalam buku ‘Raiders of the Lost Empire: South Africa’s “English” Identity’.

“Dia menyapa saya dan hal berikut yang teringat adalah, dia memeluk saya dan saya meneteskan air mata. Dalam percakapan selanjutnya, saya menawarkan diri membantu dalam hal pakaian resmi. Dia menjawab: ‘Baiklah! Apakah Anda mau membuatkan pakaian-pakaian (batik) sutera buat saya?’,” tambahnya.

Sedari kala itu hingga wafat pada 5 Desember 2013, Madiba lebih memilih 120 koleksi batik buatan Desré yang kemudian populer dengan sebutan “Madiba Shirt”, ketimbang jas mewah kiriman Giorgio Armani yang ditolaknya.

Penggambaran Mandela dengan batiknya juga diperlihatkan dengan ‘gamblang’ dalam sebuah film garapan Hollywood bertajuk ‘Invictus’, di mana aktor Morgan Freeman yang memerankan Mandela, turut mengenakan batik dalam beberapa adegan film tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini