nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Poligami Dukung Tradisi Jahiliyah

Muhammad Saifullah , Jurnalis · Minggu 05 Januari 2014 23:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 01 05 339 921994 Rkfm16s2Nb.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Aksi seorang pemimpin yang membanggakan poligami di hadapan rakyat adalah perbuatan yang kontraproduktif dengan upaya mendorong kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Memilih beristri satu orang lebih baik karena Islam menekankan keadilan.

 

“Untuk seorang pemimpin atau wakil rakyat, mempropagandakan poligami lewat sikapnya di hadapan publik adalah sebuah langkah yang tercela,” tegas Aktivis perempuan Gefarina Djohan melalui siaran pers, Minggu (5/1/2014).

 

Menurutnya, jika ada orang mengatasnamakan Islam untuk melakukan poligami, berarti dia tidak memahami Islam sepenuhnya. Poligami adalah tradisi jahiliyah yang lestari sebelum datangnya Islam. Pada masa itu para lelaki kaya di Arab mengawini sampai ratusan orang perempuan.

 

Lalu Islam mengeluarkan aturan untuk mereduksi praktik tersebut dengan membatasinya menjadi empat orang. “Tapi esensi sesungguhnya bukan jumlahnya, tetapi sikap adilnya,” urai perempuan yang pada tahun 2005 menjadi penerima Madeline K. Albright Award pertama tersebut.

 

Gefarina yakin, perempuan yang cerdas tidak akan mempercayakan suaranya kepada seorang pemimpin atau wakil rakyat pro-poligami. “Pemilih sekarang cerdas, terutama perempuan. Tahun 2010 saja, komposisi penduduk kita 49 persen perempuan dan 51 persen laki-laki, ini kan cukup signifikan. Dan pemilih laki-laki juga tidak semuanya mendukung poligami,” tutup Gefarina.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini