Share

Pendidikan Harus Bikin Siswa Berintelektual & Berkarakter

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Kamis 23 Januari 2014 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 23 560 930792 T6I6T7Svbr.jpg (Foto: Marieska Harya/Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah (Dikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie mengaku mendapat banyak kejutan saat menghadiri dan menjadi saksi peresmian logo Telkom Schools.

"Terus terang banyak kejutan, saya disambut dengan shalawat nabi dari para murid Telkom Schools. Saya tidak berpikiran seperti itu sebelumnya, cara berdoanya juga mengejutkan. Telkom Schools ke depan selalu jaya," ujarnya, di SMK Telkom Jakarta, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (23/1/2014).

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Dia menambahkan, pada dasarnya dirinya merasa tidak perlu menyampaikan hal-hal yang selama ini telah dilakukan oleh Telkom Schools. Menurutnya, semua yang telah dilakukan sekolah ini sudah baik tanpa dirinya harus berbicara.

"Tujuan primer pendidikan itu adalah menunjukkan manusia selalu dekat dengan Allah," ucapnya.

Jadi sekali lagi, lanjut Jazidie, tujuan primer yang paling utama adalah mendekatkan lagi dengan Tuhan serta memanusiakan manusia. Pendidikan itu harus menjadikan manusia berakhlak, bermulia, dan berharkat.

"Seperti berintelektual dan berkarakter. Pendidikan itu memang harus mencakup kedua hal tersebut," ungkapnya.

Sementara tujuan sekunder dari pendidikan adalah sebagai human investment atau sebagai investasi manusia. Artinya membentuk investasi manusia-manusia profesional dalam bidangnya masing-masing dan membentuk sumber daya manusia (SDM) untuk berpikir logis, sistematis, dan informatif.

"Saya hanya berpesan mengenai pendidikan karakter, yaitu dengan banyak latihan. Setiap siswa harus melatih dirinya sendiri, seperti belajar Matematika dan harus dihafal. Kalau di Jepang, ada penghafalan perkali-kalian, supaya ada pembiasaan diri," jelasnya.

Dia menambahkan, pada 2020, 97 persen anak bangsa pada usia 16 hingga 18 tahun sudah harus lulus pendidikan menengah. Target itu akan dicapai melalui Pendidikan Menengah Universal (PMU).

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini