JAKARTA - Dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan ujian nasional (UN) terbilang selalu besar. Tahun ini saja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan Rp545 miliar untuk penyelenggaraan UN.
Meski begitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menjelaskan, jika dihitung kebutuhan per siswa, dana tersebut tidaklah seberapa besar. Dia menghitung, Rp545 miliar dibagi untuk 7.157.218 peserta UN, maka setiap pelajar hanya mendapat alokasi sekira Rp80 ribu.
Bahkan, Nuh mengklaim, Kemendikbud menghemat dana penggandaan naskah soal UN. Dia menyitir, Kemendikbud mengajukan Rp124 miliar untuk anggaran penggandaan naskah soal dan lembar jawaban UN 2014.
"Dengan mekanisme lelang, anggaran tersebut dapat dipangkas lebih dari 25 persen menjadi Rp88,6 miliar. Ada penghematan Rp35 miliar dari anggaran yang dialokasikan untuk penggandaan naskah UN," ujar Nuh, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Selasa (25/2/2014).
Selain penggandaan naskah soal dan lembar jawaban, kata Nuh, anggaran Rp545 miliar tersebut juga digunakan untuk pengawasan oleh perguruan tinggi, pengawasan di provinsi, pengawas kelas di satuan pendidikan, hingga pemindaian lembar jawaban peserta UN.
Kemendikbud menetapkan lima perusahaan percetakan pemenang lelang penggandaan naskah soal dan lembar jawaban UN. Kelima perusahaan tersebut adalah PT. Karya Kita, PT. Temprina Media Grafika, PT. Jasuindo Tiga Perkasa, PT. Mascom, dan PT. Balebat. Mereka akan menangani pencetakan dan distribusi naskah soal dan lembar jawaban UN di delapan region.
Kelima percetakan tersebut juga sudah menerima master naskah soal dan lembar jawaban UN. "Penyerahan master naskah soal UN tahun ini dua minggu lebih awal dari tahun lalu," imbuh Nuh.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.