Share

UNM Mulai Jadwalkan Rapat SNMPTN

Rahmi Djafar, Koran SI · Jum'at 28 Februari 2014 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 28 373 948299 vfRpUC3KMC.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadwalkan akan melakukan rapat terkait perkembangan terakhir Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Jadi hari minggu itu, kami lakukan rapat interen di UNM, untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangannya," jelas Arismundar, Jumat (28/2/2014).

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Pihaknya memang belum menerima data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terkait jumlah pendaftar SNMPTN. Pasalnya, seleksi SNMPTN ini merupakan seleksi nasional, sehingga dilakukan terpusat oleh panitia di Kemendikbud. Sehingga, kata Arismunandar, Perguruan Tinggi (PT) tidak bisa mendatanya.

Selain itu SNMPTN ini merupakan lintas PT sehingga, calon Maba bisa memilih PT yang ingin dimasukinya. Pihaknya hanya sebatas menyampaikan data yang dikirim dari pusat, jika ada yang perlu diantisipasi, dan memberikan himbauan kepada sekolah-sekolah untuk melengkapi berkas.

"Sehingga, sampai sejauh mana progres pendaftaran SNMPTN, akan kami lihat dari hasil rapat internal nanti," jelas guru besar Manajemen Pendidikan tersebut.

Salah satu imbauannya adalah, bahwa pihak sekolah harus melengkapi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) sebagai persyaratan penerimaan jalur SNMPTN, dan tidak melakukan pemalsuan PDSS. Sebab, jika ketahuan bahwa data direkayasa, maka sekolah tersebut akan dikenakan sanksi yakni tidak bisa mengikuti SNMPTN pada tahun itu saja.

Sebelumnya, UNM menerima rilis dari Kemendiknas sebagai peringatan awal kepada sekolah-sekolah di Sulsel, yang berjumlah 172 sekolah yang belum memasukkan Pangkalan Data Sekolah PDSS yang diberikan waktu 6 Januari-6 Maret 2014, dan pendaftaran SNMPTN mulai dilakukan kemarin hingga 31 Maret 2014. UNM menyiapkan kuota 50 persen untuk jalur tersebut, sementara Jalur tulis yakni SBMPTN hanya mendapatkan porsi 30 persen, dan sisanya jalur mandiri.

Pakar Pendidikan Sulsel Prof Halide mengatakan, data sebanyak itu, harus menjadi perhatian khusus bagi para Kepala Sekolah untuk tetap proaktif dalam memasukkan PDSS, karena tahun lalu juga sudah pernah dilakukan hal serupa.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini