Pakar Satwa Kelas Dunia Siap 'Turun Gunung' ke KBS

Nurul Arifin, Okezone · Senin 10 Maret 2014 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 10 519 952844 fE7pT4WmQT.jpg Halaman Kebun Binatang Surabaya (Foto: Eastjava.com)

SURABAYA - Nasib Satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang kian terpuruk memantik perhatian dunia. Kali ini, sejumlah pakar satwa kelas dunia menyatakan siap membantu memperbaikai kelangsungan KBS.

Pernyataan itu disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Senin (10/3/2014).

Dia menjelaskan, maksud kedatangannya kali ini hanya untuk menyampaikan inisiatif bantuan dari tim ahli yang beranggotakan empat orang. Mereka adalah para pakar yang sudah malang-melintang di dunia kebun binatang dan konservasi satwa.

Reputasi yang disandang pun tidak main-main. Joaquin membeberkan, para ahli tersebut pernah menangani kebun binatang Singapura, North Carolina, San Diego, dan South Africa.

“Mereka juga sempat berkiprah di Timur Tengah, bekerja sama dengan kebun binatang Irak serta India,” ungkapnya, Senin (10/3/2014).

Mereka yang siap terjun ke KBS memang bukan pakar sembarangan. Salah satunya adalah David Jones. Pria yang sudah memimpin North Carolina Zoo sejak 1994 ini mempunyai sederet reputasi mentereng.

Jones adalah mantan chairman salah satu lembaga konservasi tertua di dunia, yakni Fauna and Flora International. Dia juga mengepalai lembaga konservasi World Wildlife Fund di Inggris.

Sepanjang karirnya di bidang konservasi hingga saat ini, Jones dipercaya sebagai konsultan di lebih dari 50 negara. Dia terlibat aktif dalam desain, pengembangan, dan manajemen di 30 kebun binatang seluruh dunia.

"Mereka semua murni ahli dan pakar, bukan bisnisman," ujarnya. Tawaran itu, disambut baik oleh Walikota Surabaya. Ia mengaku siap berkomunikasi agar kerja sama ini terealisasi.

Sementara itu, Risma menilai KBS saat ini sedang butuh banyak masukan dari para kelas dunia. Nah, inisiatif bantuan ini dimaknai Risma sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap KBS.

“Kebetulan minggu depan akan ada seminar membahas tentang KBS. Kami berharap tim tersebut bisa datang saat itu sekaligus nanti akan diajak meninjau langsung kondisi KBS,” timpalnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini