nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Gelapkan Biaya Umrah, Caleg Ini Dilaporkan ke Polisi

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 18 Maret 2014 01:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 03 18 340 956634 XlxihFWrxq.jpg Ilustrasi penipuan

BANDA ACEH - Seorang calon legislatif yang diusung salah satu partai politik nasional berinisial Qd, dilaporkan ke Polres Kota Banda Aceh atas dugaan penggelapan biaya jamaah umrah.

Caleg perempuan itu dilaporkan karena tak kunjung mengganti rugi biaya yang sudah disetor jamaah umrah yang gagal berangkat.

Laporan disampaikan Indiani (48) warga Setui, Banda Aceh, yang mengaku seorang korban penipuan perusahaan jasa perjalanan (travel) milik Qd. Travel ini menjanjikan pemberangkatan ibadah umrah dirinya bersama dua keponakannya.

“Kenyataannya sampai sekarang tidak jadi berangkat dan batal,” kata Indiani kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (17/3/2014).

Qd kini tercatat sebagai caleg DPRK Lhokseumawe, sementara perusahaan travel miliknya sudah tutup dan dulunya beroperasi di kawasan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Mulanya, kata Indiani, dirinya bersama dua keponakannya mendaftar berangkat umrah ke Arab Saudi, di perusahaan Qd dengan menyetor uang muka Rp1juta, disusul biaya Rp49 juta untuk ketiganya.

Mereka dijanjikan berangkat ke Tanah Suci pada April 2013. Tiba-tiba jadwal pemberangkatan diubah dan perusahaan menggeser keberangkatan jadi Juni 2013. Kala itu, lanjut Indiani, pihak perusahaan meminta mereka menambah biaya lagi sampai Rp20 juta untuk ketiganya, dan dia pun menyanggupinya.

Bulan berganti, tapi keinginan Indiani bersama keponakannya untuk umrah tak juga terwujud. Dia kemudian protes dan perusahaan meminta maaf, sekaligus berjanji melunasi biaya yang sudah dikeluarkannya dengan total Rp60,5 juta paling lambat akhir Desember 2013.

Hingga waktu ditentukan, uang tersebut tak juga dibayarkan lunas dan hanya Rp3 juta yang dikembalikan. Sebelumnya Qd berjanji akan menyicil setiap bulan dan Indiani menyepakatinya.

Mandek, Qd pun berjanji akan melunasinya pada akhir Maret 2014. “Bulan ini saya SMS ibu Qd. Saya tanya akhir Maret tanggal berapa? Tapi tidak ada jawaban darinya,” tuturnya.

Kesal tak mendapat kepastian, Indiani akhirnya resmi mengadukan Qd ke polisi. Menurutnya, ada sejumlah calon jamaah umrah lainnya yang sudah terlanjur percaya kepada perusahaan Qd selain dirinya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini