Cahaya Aneh dari Gunung Lawu Bikin Peneliti NASA Bingung

Bramantyo, Okezone · Kamis 20 Maret 2014 01:29 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 19 513 957628 dhkHWp8uXZ.jpg Gunung Lawu (Foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR - Misteri yang tersimpan di Gunung Lawu mengundang perhatian banyak peneliti dari luar negeri untuk mendatangi gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Magetan,Jawa Timur, itu.

Apalagi, setelah para peneliti National Aeronautics and Space Administration (NASA), Amerika Serikat, melihat cahaya beraturan membentuk segi delapan atau oktagon di lereng Lawu atau di kawasan Candi Sukuh.

Polet, pengamat yang juga petugas senior SAR Gunung Lawu, menjelaskan, cahaya yang terpantau satelit NASA tersebut bukan rahasia lagi. Masyarakat sekitar lereng gunung juga sering melihatnya.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Po itu, cahaya misterius tersebut muncul di waktu-waktu tertentu. Sesekali ada pula cahaya yang mengarah langsung ke angkasa.

”Pernah terdeteksi oleh satelit milik NASA, yang melihat cahaya terang. Setelah diteliti di berbagai tempat mereka merujuk pada satu tempat yakni di sekitar wilayah Gunung Lawu. Itu pun yang terlihat di dalam Google Map hanya titik bangunan candi saja. Sementara gunungnya seperti tertutup,” ungkapnya saat ditemui Okezone di Ngargoyoso, Karanganyar.

Hal tersebut juga dibuktikan dengan adanya penemuan batu marmer dan giok di sebelah utara Gunung Lawu. Giok sendiri digunakan sebagai pelapis untuk pesawat ruang angkasa.

”Setelit Amerika memang super canggih. Dia juga punya sket Gunung Lawu. Tapi, di GPS Gunung Lawu selalu tertutup dan jarang terlihat. Seperti ada tabir yang menutupi atau menghalanginya,” tuturnya.

Lebih lanjut Pak Po menjelaskan, setelah tidak terlihat dari satelit lokasi pasti asal cahaya tersebut, para peneliti semakin penasaran. Mereka pun datang langsung ke Gunung Lawu untuk mengunjungi Candi Sukuh.

Di antara mereka berasal dari Ausltralia, bahkan peneliti NASA juga datang langsung. Mereka mengaku heran dengan kemunculan cahaya tersebut dan tidak terdeteksinya Gunung Lawu di GPS.

”Setelah itu mereka pulang. Selang beberapa waktu kemudian, mereka datang lagi membawa peralatan lebih canggih. Hasilnya tetap sama, posisi Gunung Lawu juga tidak ketemu. Justru yang terlihat dan terdeteksi hanya keberadaan candi-candi di sekitarnya. Saya yang mendampingi para peneliti juga merasa heran dengan tidak terdeteksinya Gunung Lawu ini,” ujarnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini