JAKARTA - Keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 hingga saat ini masih misterius. Kendati belum ada sinyal pasti mengenai keberadaan pesawat yang mengalami hilang kontak sejak 8 Maret 2014 lalu, upaya pencarian oleh sejumlah negara terus dilakukan.
Namun, belakangan keberadaan pesawat yang mengangkut ratusan penumpang itu tertangkap satelit di Samudera Hindia.
Sempat muncul berbagai spekulasi di antaranya sabotase, dibajak, hingga meledak saat melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China.
Mantan Presiden RI, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, mengatakan, pesawat Malaysia Airlines itu tidak disabotase, melainkan ketika terbang pesawat tersebut mengalami masalah.
"Tidak ada sabotase. Itu benar-benar saya jelaskan, perkiraan saya pesawat tersebut dalam keadaaan terbang tiba-tiba ada masalah," katanya saat ditemui di sela acara uji publik capres 2014, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2014).
Saat itu, dugaan Habibie, tidak ada sensor yang menunjukkan kerusakan yang menyebabkan kondisi pesawat meledak di atas.
"Dua jam terbang, masih enam jam waktu terbang sehingga itu yang menyebabkan pesawat ludes," tandasnya.
Atas kejadian itu, mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) ini menyampaikan belasungkawa atas ratusan orang penumpang yang terbang bersama maskapai Malaysia Airlines, yang tujuh di antara penumpang tersebut adalah WNI. "Turut berduka cita atas kejadian itu,"singkat Habibie.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.