nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenang Seabad Prof. Ali Hasjmy dari Aceh

Salman Mardira, Jurnalis · Jum'at 28 Maret 2014 12:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 03 28 373 962001 dIbyAwM2T0.jpg Kampus UIN Ar Raniry. (Foto: Dokumentasi UIN Ar Raniry)

BANDA ACEH - Pemerintah diminta segera mewujudkan gelar pahlawan nasional terhadap almarhum Prof Ali Hasjmy, mantan Gubernur Aceh yang juga seorang sastrawan. Ali Hasjmy merupakan seorang pemikir yang telah banyak berkontribusi terhadap perkembangan budaya dan sastra nusantara.

Permintaan itu mengemuka dalam 'Seminar International Ketokohan Ali Hasjmy: Membangun Nusantara Melalui Budaya' di Museum Ali Hasjmy, Banda Aceh. Acara untuk mengenang satu abad Ali Hasjmy ini digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh dan Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy.

"Kegiatan ini untuk mengenang kembali sosok pemikir hebat Prof. Ali Hasjmi yang telah berkontribusi membangun umat dan menyelamatkan bangsa ini. Kita juga berharap dengan acara ini bisa segera menobatkan Ali Hajsmi sebagai pahlawan nasional Indonesia," kata Ketua Panitia, Baharuddin AR dalam siaran persnya kepada Okezone, Jumat (28/3/2014).

Ali Hasjmy lahir di Idi Tunong, Aceh Timur pada 28 Maret 1914. Semasa hidupnya telah menerbitkan 18 karya sastra, lima terjemahan dan 20 karya tulis lain. Karya-karya tersebar hingga ke luar negeri. Ia menjabat Gubernur Aceh pada 1957-1964 dan meninggal 18 Januari 1998.

Drs Asyiek Ali yang merupakan kerabat Ali Hasjmy mengatakan, Ali Hasjmy adalah seorang seniman, budayawan, pejuang serta akademisi yang terus menelurkan karya-karya hebat dengan pemikirannya. "Sudah sepantasnya untuk dicatatkan namanya sebagai pejuang nasional," sebutnya.

Rektor UIN Ar Raniry Prof. Farid Wajdi Ibrahim, dalam sambutannya, mengajak semua pihak untuk berpikir cara meneruskan perjuangan yang sudah dijalankan Ali Hasjmy yang menurutnya sebagai sosok multitalenta dari sisi akademisi, budayawan, sejarahwan, bahkan politikus.

Sementara Drs. Mahdi, putra Ali Hasjmy berharap, adanya kerja sama antara Lembaga Pendidikan dan Museum Ali Hasjmy dengan Gapena Malaysia selaku lembaga yang sangat peduli dengan sosok Ali Hasjmi, serta lembaga lainnya, untuk melanjutkan perjuangan tokoh tersebut.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar Raniry, Dr Abdul Rani Usman menambahkan, Ali Hasjmy banyak menyumbangkan pemikirannya untuk dunia pendidikan dan budaya ke seluruh semenanjung Melayu. Seperti diketahui UIN Ar Raniry sudah mengajukan nama Ali Hasjmy agar dinobatkan sebagai pahlawan nasional kepada pemerintah pusat.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini