JAKARTA - Setelah dibersihkan pada 1992, Monumen Nasional (Monas) akan kembali dibersihkan pada 5 sampai 18 Mei 2014. Puluhan bule bakal bergelantungan membersihkan tugu dengan ketinggian 433 kaki atau 132 meter itu.
Adalah PT Kaercher, perusahaan pembersih asal Jerman, yang akan menangani proyek pembersihan ini. "Proyek ini sudah dimulai tahun Oktober 2011. Kami sudah melakukan tes metode pembersihan saat itu," ujar General Manager PT Kaercher, Roland Staehler, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/4/2014).
Terkait teknik pembersihan, Roland menegaskan tidak akan merusak struktur bangunan ikon DKI Jakarta itu. "Karena kami tidak menggunakan bahan kimia, tidak akan merusak badan Monas," tegasnya.
Terkait besaran dana yang dikeluarkan pihaknya dalam pengerjaan dari program corporate social responsibility (CSR), dia enggan menjelaskan secara rinci.
"Yang jelas cukup costly, karena kita terbangkan spesialis pemanjat dari Jerman yang berpengalaman dalam membersihkan monumen-monumen bersejarah di seluruh dunia seperti di Brasil dan Prancis, dan harus membayar izin, dan lain-lain," jelasnya.
Dalam pengerjaan pembersihan monumen yang dibangun pada 1961 itu, Kaercher akan menerjunkan 20 tenaga ahli dan teknisi. Bagian yang dibersihkan meliputi cawan hingga puncak Monas.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.