Misteri Kabut Aneh di Gunung Lawu

Bramantyo, Okezone · Jum'at 04 April 2014 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 03 511 965095 bomII2iY2k.jpg Gunung Lawu (Foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR - Banyak kisah misteri menyelimuti Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Magetan, Jawa Timur.

Keindahan Gunung Lawu tetap menjadi pesona dan daya tarik tersendiri bagi para pecinta Gunung Lawu. Hampir setiap waktu Gunung Lawu tidak pernah sepi dari para pendaki.

Gunung yang terletak pada ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi salah satu gunung favorit yang wajib dikunjungi. Karena fenomena alam dan mistisnya mengundang sejuta tanya.

Oky, salah satu mahasiswa universitas Ssasta di Kota Solo menyebutkan dirinya cukup sering mendaki gunung Lawu. Kadang juga mengantarkan turis asing untuk menemani mendaki puncak Lawu.

"Kadang sama teman, kadang juga dimintai tolong ngantar turis asing yang ingin lihat matahari terbit dari puncak Lawu," jelasnya kepada Okezone di pos pendakian Cemoro Kandang beberapa waktu lalu.

Bahkan dirinya mengaku kenal baik dengan para anggota Anak Gunung Lawu (AGL) yaitu nama klub pendaki dan tim SAR Lawu, karena saking seringnya datang.

Oky juga mengakui mistisnya Gunung Lawu. Bagi pendaki kemistisan itu sudah menjadi hal biasa dan tidak mengherankan lagi. Misalnya di puncak ada pasar setan, yakni pasar makhluk gaib tak terlihat yang mana pada malam tertentu ramai seperti pasar nyata.

Aura gaib yang angker mulai lereng, lembah, Pos peristirahatan sampai puncak nya sangat terasa. "Yang paling penting niat kita harus baik. Itu intinya. Insya Allah tidak akan terjadi sesuatu," terangnya.

Dibandingkan gunung lainnya, Gunung Lawu sering terjadi badai kabut atau orang jawa menyebut ampak-ampak (pedut). Menurut kepercayaan masyarakat setempat kabut tersebut sangat berbahaya karena bisa membuat orang jadi tersesat jalan jika nekat menembusnya.

"Sebelumnya sudah mendapat pesan di bawah jika nanti dalam perjalan menemui ampak-ampak (kabut) jangan meneruskan jalan. Berhenti dan bertiarap di tanah cara menghindarinya adalah dengan bertiarap sampai kabut menghilang," terang Oky.

Jika ada yang pendaki yang tersesat, tapi memiliki niat baik, pasti penunggu gunung Lawu yang berupa  burung jalak Lawu berwarna kuning akan keluar dan menuntun pendaki untuk mencari jalan keluar yang benar.

Tak hanya itu saja, keanehan lainnya juga terasa di Gunung Lawu. Apabila terjadi sesuatu misalnya ada yang  meninggal di gunung tersebut, maka tanda-tanda aneh akan muncul, berupa kabut tebal di sekitar tempat mayat tersebut berada.

"Saya pernah membantu Tim SAR bersama teman bermaksud untuk melakukan evakuasi korban meninggal di Gunung Lawu. Awalnya tim SAR belum mengetahui di mana posisi korban itu berasal. Dan kejadiannya di saat itulah muncul kabut misterius berkumpul di satu titik," tuturnya.

"Saat kita melihat adanya kabut, kita langsung mengetahuinya kalau korban ada di daerah yang ditutupi kabut. Dan memang benar, di lokasi yang tertutup kabut itulah, korban ada di situ," jelasnya sambil menyeruput kopi panas untuk menghilangkan hawa dingin.

Selain itu ada larangan agar tidak mengenakan baju, celana, atau jaket berwarna hijau daun dan masih banyak pantangan yang lainnya.

"Keanehan lainnya itu bagi orang yang pertama kali mendaki puncak Lawu pasti bingung, di mana puncak Lawu yang sesungguhnya. Puncak Lawu juga penuh mistik, karena letak puncak Lawu justru berada di tengah dan seolah ditutupi," kata dia.

"Bahkan jika kita membuka Google Map di Lawu sebelah barat tertutup cahaya warna kebiruan. Kalau tidak percaya, silakan buka Google Map untuk mengetahui di mana Lawu berada," tutupnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini