SANTIAGO - Gempa susulan yang masih terus terjadi di Chile membuat warga ketakutan. Banyak dari warga Chile saat ini mengungsi ke bukit, mereka ingin menghindari tsunami yang kemungkinan dipicu oleh gempa.
Sebelumnya Chile diguncang gempa berkekuatan 8,2 skala richter (SR) pada Rabu 2 April 2014. Gempa tersebut sempat menimbulkan bahaya ancaman tsunami dan menewaskan enam orang.
Kemudian gempa susulan melanda pada Rabu 2 April 2014 malam waktu setempat. Gempa berkekuatan 7,6 SR ini membuat warga panik dan pemerintah melakukan evakuasi terhadap warga ke tempat yang aman.
Tercatat sekira 50 gempa susulan melanda wilayah Iquiqe dan Arica yang dekat dengan pusat gempa. Hingga Kamis 4 April 2014 hari ini, Kota Iquiqe hampir lumpuh karena ditinggal penduduknya. Sebagian besar dari warga pergi ke rumah saudara atau teman dekatnya untuk berlindung. Sementara sekira 2.600 rumah dilaporkan rusak.
Kota Alto Hospicio menjadi daerah bagi warga untuk mengungsi. Wilayah tersebut dianggap tidak terjangkau tsunami karena memiliki ketinggian mencapai 600 meter di atas permukaan laut.
Tetapi masalahnya, jalan dari Iquiqe menuju Alto Hospicio tertutup untuk transportasi. Sebagian besar akses menuju kota itu mengelami kerusakan berat dan warga pun terpaksa berjalan kaki dengan membawa pakaian, televisi, dan berbagai benda lainnya.
"Kami berjalan tanpa air. Tidak masalah dengan saya, tetapi justru keluarga saya yang menjadi kekhawatiran," ujar seorang warga Camilo Fuenzalida, seperti dikutip Reuters, Jumat (4/4/2014).
Untuk sementara, Kota Iquiqe ditutup dan tidak bisa berfungsi. Ini menjadi sebuah kerugian, mengingat kota tersebut menjadi persinggahan dari kapal barang yang berlayar dari Asia ke Amerika Selatan dan sebaliknya.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.