Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Caleg Incumbent Banyak yang Tumbang?

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 17 April 2014 |07:01 WIB
Caleg Incumbent Banyak yang Tumbang?
Dokumentasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kepercayaan rakyat terhadap kinerja anggota DPR RI terbilang minim. Pasalnya, bukan hanya menyangkut kinerja tetapi juga tak sedikit yang terlibat dalam praktik korupsi.

Peluang para caleg incumbent untuk kembali duduk di kursi kekuasaan pun berada di ujung tanduk, karena mereka diprediksi bakal banyak gagal untuk kembali ke Gedung Kura-Kura.
 
Direktur Political Communication Institute (PolcoMM Institute), Heri Budianto, mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat para caleg incumbent itu tidak terpilih lagi.
 
"Pertama, terkait dengan si calon, ada kemungkinan peta persaingan makin besar, contoh di Sumatera Utara, ada pergerakan perpindahan caleg dari satu dapil ke dapil lain," katanya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (16/4/2014) malam.
 
Kemudian, kondisi partai caleg tersebut yang tengah dirundung masalah korupsi dan lainnya, juga memiliki pengaruh besar terhadap rakyat dalam menentukan pilihan. Misal, seperti yang dialami Partai Demokrat saat ini menunjukkan hasil hitung cepat (quick count) sangat turun drastis. Sebagai partai yang paling banyak mengusung caleg incumbent, tentunya dampaknya itu sudah terlihat.
 
"Itu merupakan hukuman yang diberikan oleh masyarakat terhadap partai," terangnya.
 
Implikasi lainnya, sambung Heri, bisa juga karena caleg tersebut tidak pernah turun ke lapangan, dan hanya turun saat menjelang pemilu saja. Beberapa penyebab itu, lanjut Heri, jelas memberikan efek pada elektalitas partai dan peluang keterpilihan caleg juga semakin minim.
 
"Bukan hanya caleg Demokrat, caleg parpol lain juga punya peluang yang sama, karena tidak turun ke lapangan, dan akhirnya masyarakat memberikan hukuman," pungkasnya.

(TB Ardi Januar)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement