Bagaimana Sih Sistem Sekolah Internasional?

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 25 April 2014 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 25 560 976023 7nZcoTZU2o.jpg Mendikbud Mohammad Nuh. (Foto: Margaret Puspitarini/Okezone)

JAKARTA - Label sekolah internasional sering kali membuat masyarakat bingung. Apa sebenarnya kategori sebuah sekolah dikatakan sebagai sekolah internasional?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjelaskan, ada dua kategori besar dalam skema sekolah internasional. Pertama, sekolah diplomatik.

"Sekolah internasional ada yang dikategorikan sekolah diplomatik, yaitu yang muridnya orang-orang asing, korps diplomatik. Siswa Indonesia tidak boleh masuk. Jadi diplomatik itu kuncinya gampang. Peserta didiknya hanya orang asing, kurikulum bebas," ujar M Nuh di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (25/4/2014).

Dia pun mencontohkan sebuah sekolah diplomatik Jepang yang ada di Surabaya. Sekolah tersebut, lanjutnya, dikoordinir langsung oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang. Namun, sekolah tersebut harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Kemendikbud.

"‪Itu diplomatik hanya untuk warga Jepang seperti di Surabaya. Sekolahnya hanya untuk yang ingin belajar dan dikoordinir Kedubes Jepang. Jika aturannya seperti itu, memenuhi persyaratan, dan punya korps diplomatik dia akan berikan izin," tuturnya.

Kategori kedua, ujar M Nuh, sekolah internasional dalam bentuk kerjasama. Sebab, sekolah asing tidak boleh berdiri di Indonesia tanpa berpartner dengan penyelenggara di Indonesia. Sekolah internasional dalam bentuk ini, dapat menerima para pelajar asal Indonesia.

"Jika sekolah diplomatik siswa Indonesia tidak boleh masuk, maka pada sekolah yang bekerjasama dengan lembaga atau yayasan Indonesia, siswa Indonesia boleh masuk. Karena dari awal desainnya ada orang asing dan Indonesia. Sekolah ini kena aturan termasuk mempelajari agama, bahasa Indonesia, PPKN, dan sejarah," ungkap M Nuh.

Sayang, izin tersebut kerap disalahgunakan oleh pihak sekolah. M Nuh menyebut, banyak sekolah yang awalnya izin diplomatik ternyata dalam perjalanannya menerima orang Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut yang akan ditertibkan oleh Kemendikbud lewat tim investigasi yang terdiri atas direktorat dan inspektorat.

"Ini yang termasuk 114 sekolah internasional yang ada di Indonesia itu. Oleh karena itu, kami ingin patokan sesuai dengan aturan dulu ada izinnya khusus untuk orang asing. ‪JIS kan kerjasama dengan tiga kedutaan, yaitu AS, Inggris, dan Australia, apakah itu menjadikan JIS sekolah kedutaan?  Nanti saya ketemu Duta Besar untuk membahas itu," tutupnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini