JAKARTA - Pendidikan yang berkualitas dinilai mutlak. Perguruan tinggi pun menjadi jembatan dalam menyuguhkan pendidikan berkualitas tersebut. Berangkat dari sini, pemerintah gencar menegerikan kampus swasta.
Saat itu, Ketua Ikatan Lintas Pegawai Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), Fadillah Sabri mengatakan, penegerian perguruan tinggi tidak hanya simbolik atau sekadar ikut-ikutan karena provinsi lain telah memiliki PTN.
Menurut dia, kondisi ini menunjukkan, bahwa pemerintah sangat memahami dan tanggap untuk menyelesaikan permasalahan pokok yang dihadapi. Namun, ada baiknya jika penegerian kampus ini sebelumnya dibina terlebih dahulu.
"Pembinaan itu termasuk keuangan, diberikan supaya daerah-daerah yang belum ada PTN lebih mudah pemerintah untuk membuat universitas baru dan cukup praktis," ujar Pengamat Pendidikan Arief Rahman, saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Arief memaparkan, jika tujuan penegerian dari kampus swasta menjadi sebuah kampus di bawah naungan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) atau negeri secara otomatis akan mendapatkan pembinaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).
Namun, dirinya mengkritisi, penegerian kampus tersebut sudah seharusnya memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Persyaratan tersebut seperti adanya standar fakultas, mutu, pendidikan.
"Semua standar-standar tersebut harus dipenuhi. Syarat lainnya, seperti jumlah profesor dan doktor harus ditentukan. Jadi, syarat akademis betul-betul terjamin," ucapnya.
Sekadar informasi, pada 19 November 2010 lalu, Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan penegerian 13 Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB). Sebelumnya telah ada lima PTNB yang diresmikan. Kemudian, pada 2 April 2014 lalu, tujuh PTNB diresmikan sehingga sekarang jumlah PTNB menjadi 20 perguruan tinggi.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.