BANGKALAN - Memasuki bulan Ramadan dimanfaatkan pedagang kembang api untuk mengambil keuntungan. Tak ingin ketinggalan, mereka mulai menjajakan dagangannya di sejumlah pinggir jalan protokol di Kabupaten Bangkalan.
Pantauan Okezone, mereka marak di kawasan Jalan Panglima Sudirman (pecinan) dan Jalan Trunojoyo. Selain itu, penjual kembang api juga ditemukan di pasar tradisional, salah satunya di pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan.
Abdul Rohman, salah seorang pedagang kembang api, mengatakan, animo masyarakat terhadap kembang api menjelang Ramadan mulai meningkat. Dia mengaku, beragam kembang api mampu dijualnya, mulai dari yang harga murah hingga paling mahal.
Dirinya tertarik menjual kembang api karena cepat laku. Abdul mengaku, mendapat kulakan kembang api di Kota Surabaya, lalu dijual kembali di kota salak.
"Lumayan untungnya bisa buat tambah kebutuhan keluarga. Kembang api yang dijual mulai harga Rp3.000 sampai Rp100 ribu, tergantung jenis kembang apinya," terang Rohman.
Kembang api yang cepat laku yakni harga Rp3.000 dan Rp5.000 per bungkus. Dirinya hanya menjual kembang api, tidak jual petasan karena dilarang.
"Berjualan yang diperbolehkan saja, kembang api. Bila hari biasa saya berjualan Sembako, tapi untuk sekarang ditambah dengan jualan kembang api," tuturnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.