Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Eks Wali Kota Imbau Saritem Ditutup Permanen

Tri Ispranoto , Jurnalis-Sabtu, 14 Juni 2014 |21:09 WIB
Eks Wali Kota Imbau Saritem Ditutup Permanen
Razia di lokalisasi Saritem, Bandung (Foto: Tri I/okezone)
A
A
A

BANDUNG - Eks Wali Kota Bandung, Dada Rosada, mendorong agar penerusnya, Ridwan Kamil (RK) atau yang akrab disapa Kang Emil, segera menutup lokalisasi Saritem yang berada di Kecamatan Andir secara permanen.

"Saya yakin Emil bisa melakukan penertiban dan mengubah fungsinya. Kalau sekarang Dolly saja bisa, kenapa Bandung yang jadi percontohan malah ada pembiaran, kan itu sangat disesalkan," ucap Dada yang menjabat sebagai Wali Kota Bandung sejak 2003 hingga 2013 itu.

Dada yang kini me‎ndekam di Lapas Sukamiskin itu menceritakan, awal penutupan Saritem oleh dirinya pada April 2007 silam. Saat itu Dada didatangi oleh komunitas yang bernama Bandung Maksiat Watch (BMW), mereka meminta agar pemerintah bisa menutup Saritem dalam kurun waktu dua bulan.

Namun pada kenyataannya, hanya dalam kurun waktu 2 minggu lokalisasi Saritem pun sudah tutup. Ratusan PSK dan puluhan germo pun bersepakat untuk pulang kampung dan beralih profesi.

"Sedikit demi sedikit ada 13 lokasi eks Saritem yang berhasil dibebaskan, tapi itu tidak satu blok‎ tapi berbeda. Kita bertahap untuk melakukan penutupan dan sepakat dengan gambar di situ akan menjadi pusat Islamic Center," jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, Saritem pun mulai kembali didatangi para PSK hingga akhirnya mengundang para pria hidung belang untuk menikmati kenikmatan 'sesaat'. Dada menduga, hal itu bisa kembali muncul lantaran belum adanya ketegasan dari pemerintah untuk meneruskan programnya.

"Bahwa sekarang terjadi lagi (lokalisasi), itu ada perpindahan saya dengan Emil karena tidak ada waktu penertiban. Diduga karena ada pembiaran (pemerintah), maka mereka merasa ada‎ pembiaran juga (lokalisasi)," ucapnya.

Meski demikian sebagai sesepuh, Dada merasa yakin jika penerusnya mampu menyelesaikan segala permasalahan. Dia pun mendukung upaya RK untuk mengubah Saritem menjadi Pasar Emas.

"Saya tidak masalah mau jadi Pasar Emas atau apa pun, asal jangan dibangun tempat hiburan saja, nanti di sana malah jadi tempat pelacuran lagi. Terutama jangan lagi ada pembiaran," tukasnya.

Seperti diketahui saat pemerintahan Dada, Saritem sempat ditutup pada 2007, namun pada kenyataannya lokalisasi tersebut masih 'hidup' meski pun tidak seterbuka seperti dulu. Bahkan saat tim gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP Kota Bandung menggelar razia besar pada Jumat 13 Juni kemarin, berhasil menjaring puluhan PSK dan sekira 4.000 botol miras.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement