Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masuk Area Monas Bakal Dipungut Rp5.000

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Senin, 16 Juni 2014 |13:12 WIB
Masuk Area Monas Bakal Dipungut Rp5.000
A
A
A

JAKARTA- Maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang berkeliaran di area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, membuat Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja berencana menarik biaya bagi seluruh pengunjung yang ingin memasuki area seluas 82 hektar itu.

Biaya yang dipungut, berkisar Rp5.000. "Gerbang tiketnya nanti kita majukan saja. Perda (nomor 3 tahun 2012 tentang retibusi Monas) itu mau gue akalin. Jadi enggak melanggar peraturan kan," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (16/6/2014).

Kegeraman mantan Bupati Belitung Timur itu pecah, akibat para PKL Monas kerap merusak taman dan juga membuat icon Ibu Kota itu tampak kumuh dengan sampah-sampah yang dibuang sembarangan.

Karenanya, Ahok memberikan opsi bagi para PKL untuk menempati lahan bekas IRTI yang dijadikan tempat jualan bagi mereka.

Selain itu, bagi pengunjung yang hanya hendak berolahraga di area Monas, politisi Partai Gerindra itu pun memberikan pilihan lain yang mirip dengan retribusi pengunjung di tenpat wisata Ancol, Jakarta Utara. "Yang mau olahraga bayar Rp50 ribu, dapat kaos, kartu, untuk setahun, supaya kamu merasa memiliki. Kalau yang yatim piatu, miskin, bagaimana? Bikin surat keterangan, kan sama kaya Ancol. Malah di sana itu Rp750 ribu setahun," kata Ahok.

Dengan perbandingan besaran biaya itu, Ahok menegaskan pihaknya tidak mengejar uang ketika menuntut biaya bagi pengunjung saat ke Monas. "Kita enggak ngejar uang kok, kita mau mereka menjaga Monas dengan mempunyai rasa memiliki. Supaya bisa jalan, pagar-pagar yang jadi celah masuk itu kita las-lasin. Saya mau pindahin gerbang ke pagar. Kan lebih enak, kamu bisa lihat-lihat dulu, enggak langsung antre panjang kalau mau masuk ke cawan Monas," tandasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement