Tabrak Orang Hingga Tewas, Anak Anggota DPRD Hanya Divonis Ringan

Erie Prasetyo, Okezone · Selasa 15 Juli 2014 00:57 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 15 340 1012799 ecn2S8aaZD.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

MEDAN - Putri anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Layari Sinukaban, Hagania Sinukaban bisa bernafas lega karena hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan hanya memberikan vonis ringan terhadap dirinya dalam perkara kecelakaan maut yang merenggut satu korban jiwa.

Diketahui, Hakim PN Medan diketuai SB Hutagalung cuma menjatuhkan vonis hukuman enam bulan kurungan dan satu tahun masa percobaan, serta denda Rp1 juta dan subsidair dua bulan penjara kepada Hagania pada sidang pembacaan vonis, Senin (14/7/2014).

Hal itu menjadi putusan hakim dengan adanya surat perdamaian antara korban dengan terdakwa yang dilampirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Runggu Sitepu.

Usai mendengarkan vonis tersebut Hagania Sinukaban, langsung berlalu meninggalkan ruang sidang, begitu juga JPU Runggu Sitepu, yang juga menjabat sebagai Asisten Pengawasan di Kejati Sumut.

Vonis ini sendiri sesuai dengan tuntutan yang disampaikan oleh JPU atas kelalaiannya yang menyebabkan tabrakan beruntun pada, Selasa 29 April dini hari lalu di persimpangan Jalan Iskandar Muda, Medan. Saat itu terdakwa  mengendarai mobil sedan jenis Mercy C-200 plat nomor BK 1 NC.

Hagania menghantam lima kendaraan, di antaranya satu angkutan umum, dua becak bermotor dan dua pengendara sepeda motor.

Akibat peristiwa tersebut, Sumarja (38), warga Jalan Kelambir V, Helvetia, Deliserdang, meninggal dunia. Sementara itu, korban luka adalah Herman Saragih (53), pengendara becak motor yang merupakan warga Jalan Pelajar Gang Keluarga Medan, Lukas Samosir (23), pengendara becak bermotor warga Jalan Pasar III Darussalam dan Sumiarni (23), warga Jalan Medan-Binjai.

Dalam persidangan sebelumnya, Hagania mengaku dia mengemudikan mobilnya itu dengan kecepatan 90 km/jam sambil menelefon.

"Waktu itu saya buru-buru Pak, dari tempat kawan. Terus ditelefon mama disuruh pulang. Saya mengemudi mobil sambil menelefon, di situlah saya tidak bisa mengelakkannya lagi," kata terdakwa.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini