JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, mengkritik habis kebijakan politik yang diterapkan Israel. Menurutnya kebijakan Israel sangat ekstrem.
Mehdawi mengatakan, semua kebijakan politik yang diambil dan diberlakukan Israel ditujukan hanya untuk mengutungkan pihak mereka. Sehigga Palestina selalu mendapat kerugian dari apa yang Israel terapkan. Berikut keterangan Dubes Fariz Mehdawi ketika diwawancara dengan Okezone, beberapa waktu lalu:
Menurut Anda, seperti apa kebijakan yang diarahkan Israel terhadap Palestina?
Kebijakan politik yang dijalankan (Perdana Menteri Israel) Benjamin Netnyahu sangatlah ekstrem dan kami tidak senang dengan apa yang mereka gunakan.
Kebijakan tersebut termasuk dengan membangun perumahan ilegal di wilayah kami dan kebijakan ini berlaku di luar batas kewajaran.
Apa akibat yang ditimbulkan jika Israel tetap keras dalam pendiriannya?
Jika Israel terus bersikeras menerapkan kebijakan ini, maka perdamaian yang diinginkan akan sulit terwujud. Israel telah membawa situasi ini semakin buruk dari waktu ke waktu.
Tuntutan apa yang diinginkan Palestina terhadap kebijakan Israel?
Mereka harus menghentikan pembangunan karena itu mengganggu proses perdamaian. Palestina hanya menginginkan wilayah Yerusalem Timur bukan keseluruhan Yerusalem.
Kami bisa membagi Yerusalem menjadi ibu kota mereka dan ibukota kami. Itu karena kami hanya ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota kami dan kami tidak pernah berpikir mengenai keseluruhan Yerusalem. Israel seharusnya mematuhi two state solution yang telah didengungkan komunitas internasional.
Seperti diketahui, Israel secara ilegal telah menempatkan warganya dan membangun pemukiman di Yerusalem Timur. Kebijakan ini sangat mengganggu Palestina. Ini disebabkan, wilayah Yerusalem Timur diingginkan Palestina untuk menjadi ibu kota negaranya di masa depan.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.