KIEV - Setelah parlemen Ukraina dibubarkan, Presiden Petro Porosheno segera bergerak cepat. Langkah yang diambilnya adalah menggelar pemilihan umum (Pemilu) parlemen pada 26 Oktober 2014.
"Saya mengambil keputusan untuk membubarkan parlemen agar pemilihan umum dapat digelar pada 26 Oktober," sebut Poroshenko melalui akun twitter resminya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/8/2014).
Poroshenko mengharpakan pemilu tersebut dapat membersihkan parlemen dari loyalis eks Presiden Ukraina Viktor Yanukovych. Yanukovych yang saat ini ada dalam pelarian merupakan pemimpin Ukraina yang dikenal menjalin hubungan "istemewa" dengan Rusia.
"Parlemen yang ada dan telah berjalan satu setengah tahun adalah pendukung Yanukovych mereka telah mengadopsi hukum kediktatoran," jelas Poroshenko.
Menurut Poroshenko, para loyalis Yanukovych di parlemen harus bertanggungjawab atas kekacauan politik dan keamanan di Ukraina. kekacauan tersebut menyebabkan banyak warga Ukraina menjadi korban jiwa dan luka.
Keputusan Poroshenko mengenai pembubaran parlemen dan pelaksanaan sudah diprediksi sebelumnya. Hal ini terkait dengan pecahnya koalisi pendukungnya pada 26 Juli 2014.
(Andreas Gerry Tuwo)