nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Lokalisasi Dolly Dilatih membuat Bakso dan Pangsit

Nurul Arifin, Jurnalis · Jum'at 12 September 2014 19:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 09 12 519 1038373 qm1IiOUKw5.jpg Warga Lokalisasi Dolly Dilatih membuat Bakso dan Pangsit (Foto: Nurul A/okezone)

SURABAYA - Sejumlah warga terdampak penutupan lokalisasi Jarak dan Dolly dilatih untuk membuat produk olahan makanan seperti Bakso dan Pangsit. Pelatihan keterampilan warga ini dilakukan di Gedung Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Pelatihan ini diharapkan bisa dijadikan sebagai sumber ekonomi warga sekitar lokalisasi pasca-penutupan. Selama ini, warga banyak bergantung atas keberadaan lokalisasi untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Ada sekira 80 warga yang turut dalam pelatihan yang digelar oleh Pemkot Surabaya. Puluhan warga itu berasal dari Kelurahan Putat Jaya, yang merupakan eks lokalisasi Dolly, dan Jarak.

Sedangkan untuk memotivasi, didatangkan beberapa pengusaha yang sudah sukses dalam bisnis ini.

"Kami berharap warga bisa bangkit secara ekonomi dan tidak lagi mengandalkan hingar bingar lokalisasi," kata Camat Sawahan Muchlis Hariadi.

Selain pelatihan membuat bakso dan pangsit, warga juga dilatih untuk membuat roti, nugget dari berbagai bahan yang telah disediakan. Mereka juga dilatih bagaimana cara berbisnis makanan olahan tersebut.

Menurut Muchlish, Pemkot Surabaya telah menyiapkan konsep khusus untuk menanggulangi dampak ekonomi dari penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak.

Sebelumnya, kata Muchlish, Pemkot Surabaya juga menampung 168 Warga di lingkungan lokalisasi sebagai tenaga harian. Mereka ditempatkan di sejumlah kantor dinas.

Sementara acara pelatihan ini digelar tiga hari dan berakhir pada Jumat (12/9/2014). Pelatihan ini didukung dengan dana CSR sejumlah perusahaan seperti PT Terminal Petikemas, dan PT Wangsa Agung.

"Beberapa perusahaan mendukung melalui dana sosial. Pelatihan ini digelar selama tiga hari," pungkasnya.

Lokalisasi Dolly dan Jarak resmi ditutup melalui deklarasi penutupan di Gedung Islamic Center pada 18 Juni lalu. Saat itu, hingar-bingar lokalisasi yang pernah terbesar se-Asia Tenggara ini tamat.

Sejumlah PSK dan Mucikari diberikan uang kompensasi sebagai modal usaha. Pemkot Surabaya akan mengubah eks lokalisasi Dolly dan Jarak sebagai sentra ekonomi.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini