Share

Berkas 4 Tersangka Bentrok Dolly Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nurul Arifin, Okezone · Jum'at 08 Agustus 2014 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 08 519 1021603 1FE79JLaC5.jpg Suasana di Gang Dolly, Surabaya, Jawa Timur pasca-bentrokan (Foto: Nurul Arifin/Okezone)

SURABAYA - Berkas empat tersangka bentrokan di lokalisasi Dolly sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Berkas tersebut milik Subekiyanto (49), Kanan (45), Sungkono Ari Saputro alias Pokemom (34), dan Kusnadi (40).  

 

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, tahapan selanjutnya menunggu proses di Kejaksaan. Jika sudah lengkap maka dilanjutkan ke proses berikutnya, dan jika tidak maka diperbaiki.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

 

"Dari sembilan tersangka, empat orang berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Mereka ditangkap pasca-terjadi kerusuhan di lokalisasi Dolly itu," kata Setija, Kamis 7 Agustus 2014.

 

Mantan Kapolres Sidoarjo ini mengatakan, para tersangka ditangkap saat kericuhan ketika petugas melakukan pemasangan papan nama yang bertuliskan "Kampung Bebas Lokalisasi" di daerah kawasan Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Pasca-kericuhan, polisi mengamankan empat orang, dan lima orang lainnya ditangkap setelah pengembangan dari para tersangka itu.

 

Saat ini mereka dalam proses pemeriksaan. Setija juga menyatakan telah memiliki cukup alat bukti untuk terhadap sembilan tersangka bentrokan di lokalisasi Dolly pada 27 Juli. "Kami sudah cukup alat bukti untuk melanjutkan berkas perkara ke Kejaksaan," jelasnya.

 

Para tersangka bentrokan di lokalisasi Dolly ini dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 160 KUHP tentang Kejahatan Penghasutan, Pasal 214 KUHP tentang Melawan Petugas, dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

 

Sebelumnya, warga lokalisasi Dolly terlibat bentrok dengan aparat kepolisian pada Minggu 27 Juli 2014. Bentrokan itu dipicu pemasangan papan pengumuman “Dolly Bebas Prostitusi”. Warga membakar ban bekas dan mencabut papan pengumuman yang sudah terpasang tersebut.

 

Aksi warga yang semakin beringas membuat polisi menembakkan gas air mata ke arah warga Dolly dan bentrokan antara polisi dan warga tak terhindarkan.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini