Games" />
JAKARTA - Ari Wibowo, remaja 16 tahun yang memiliki penyakit kulit bersisik mirip ular, harus mengubur cita-citanya sebagai tentara. Ari pun lantas mengekspresikan mimpinya itu ke dalam game online.
Putra pasangan Mutali dan Ernawati menyadari keterbatasan fisik yang dia alami membuatnya sulit untuk mewujudkan cita-citanya itu. "Maunya jadi tentara karena bisa melawan penjajah Belanda," ungkanya kepada Okezone, di kediamannya, Jalan Kampung Palem Indah RT 07/01, Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu 28 September 2014.
Kenapa Ari melampiaskannya ke media online? Kebetulan, Ari mengisi kesehariannya sebagai penjaga Warung internet (Warnet). Hal ini memudahkannya berselancar di dunia maya. Kondisi fisik juga tak menghalanginya untuk mengoperasikan perangkat komputer.
"Maennya di Internet, main game perang," tuturnya.
Tak tanggung-tanggung, dalam sehari Ari bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game perang bersama temannya. Permainan ini cukup membuat hidup remaja malang ini lebih berwarna. Selain itu, Ari juga mengisi kegiatannya dengan mengaji dan menggambar.
Ketika kecil, ujar Nenek Ari, Masnah, cucunya itu sempat ingin disekolahkan saat berusia enam tahun. Namun, pihak sekolah menolak melihat kondisi Ari khawatir akan membuat murid lainnya terganggu.
Masnah merasa kecewa dengan pihak sekolah yang menolak cucunya untuk menuntut ilmu. Alhasil, Masnah mencoba sekolah lain namun hal serupa kembali didapatnya. Kali ini, alasannya karena ditakutkan dengan kondisi Ari tidak mengikuti kurikulum yang ada dan bisa ketinggalan pelajaran.
"Pernah mau disekolahin, tapi sama guru gak boleh, alasannya entar gara-agar anak satu ini anak murid dia yang banyak itu keluar. Itu di SD 2 Pondok Pucung," kata Masnah.
Kemudian, ada yang menyarankan agar Ari dimasukkan ke sekolah khusus orang cacat. Tetapi ia memperoleh informasi biaya yang dikeluarkan sehari Rp70 ribu. Dengan kondisi kala itu yang serba kekurangan, Masnah pun mengurungkan niatnya.
"Suruh masukin ke sekolah anak cacat, saya tempatnya juga gaktau, harganya perjam Rp70 ribu katanya. Saya kan boro-boro, waktu itu gak mampu," terangnya.
Ari merupakan remaja yang kurang beruntung, karena ia harus terlahir dengan kondisi fisik yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya.
Sejak lahir, Ari sudah memiliki penyakit langka dibagian kulitnya karena bersisik seperti ular. Berbagai cara telah dilakukan nenek Ari, Masnah untuk mengobatinya, namun belum menunjukkan hasil. Keterbatasan biaya pun menjadi salah satu kendalanya.
Kini, Ari harus menjalani hidup apa adanya dengan segala keterbatasan hingga ada uluran tangan dermawan maupun pemerintah yang membantu kesembuhannya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.