“Mereka adalah putra terbaik Aceh. Kami bangga mereka masuk dalam kabinet kerja Presiden Jokowi-JK. Pengangkatan dua putra Aceh menjadi menteri itu juga menunjukkan Presiden Jokowi peduli pada Aceh,” sebut Zaini yang merupakan Mantan Menteri Luar Negeri dan Kesehatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Sebagai putra daerah, Sofyan dan Ferry merupakan tokoh yang terlibat dalam merancang perdamaian Aceh. Sofyan masuk dalam tim mediasi Pemerintah RI saat berunding dengan GAM yang menyepakati penghentian konflik Aceh di Helsinki, Finlandia (2004-2005).
Sementara Ferry adalah Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh usai MoU Helsinki diteken pemerintah dan GAM. Ia juga pernah menjadi Ketua Pansus Rancangan UU Otonomi Khusus Aceh dan Papua tahun 2001.
(Risna Nur Rahayu)