Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Sedang Bertaruh

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Rabu, 26 November 2014 |12:52 WIB
Jokowi Sedang Bertaruh
Jokowi Sedang Bertaruh (foto : Okezone)
A
A
A

DEPOK - Pascapemberlakukan kebijakan Presiden Joko Widodo dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai menggulirkan wacana pengajuan hak interpelasi.

Kubu Koalisi Merah Putih (KMP) terutama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar adalah pihak yang paling semangat mengajukan interpelasi.
 
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Donni Edwin menilai, sikap Golkar dan PKS wajar lantaran mereka berada di luar pemerintahan. Setiap "kesalahan presiden" akan dianggap sebagai amunisi dan membuat presiden tidak populer.
 
 

Donni menyebut bahwa Jokowi saat ini sedang berjudi. Jika ia berhasil menyejahterakan rakyat dengan mengalihkan subsidi BBM, maka Jokowi akan menang dan kembali populer.

“Tetapi dalam politik apa yang dilakukan Jokowi seperti berjudi. PDIP pasti akan mendukung pemerintah. Jika Jokowi berhasil mengalihkan subsidi dalan program yang ia janjikan seperti perbaikan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan ini berjalan baik, maka popularitas Jokowi kembali melejit," ungkap Donni di Depok.

Terkait interpelasi, menurut Donni dalam kesepakatan dua kubu baru - baru ini telah menghapus klausul pasal hak mengajukan pendapat. sehingga, kata Donni, semestinya DPR mematuhi hal itu dan tak dapat mengajukan hak interpelasi.

"Interpelasi kan sudah direvisi, sudah disepakati mengajukan pendapat itu sudah dicabut. Bahwa kita kan sistem presidensial bukan parlementer sehingga mengacu hal tersebut tak lazim dan tak bisa DPR menjatuhkan presiden," tegasnya.

 

Sistem parlementer, kata Donni, bisa saja dilakukan berupa impeachment terhadap presiden. Jika pun DPR akan memanggil presiden, tak etis untuk dilakukan.

"KMP harus mematuhi UU MD3, kalau mau memanggil presiden saya kira tak etis. Cukup setingkat menteri misalnya. Kalau presiden maka implikasi politiknya akan besar," paparnya.(sna)

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement