nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arief Yahya

Johan Sompotan, Jurnalis · Senin 08 Desember 2014 19:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 12 08 17 1076362 arief-yahya-UrDDif2fN7.jpg Arief Yahya (Foto: Johan Sompotan/Okezone)

SOSOK Arief Yahya langsung mencuat sejak terpilih menjadi Menteri Pariwisata. Dia dikenal sebagai sosok yang tekun dan lahir dari keluarga sederhana. Memiliki ayah, H. Said Suhadi yang berprofesi sebagai pedagang dan ibu, Hj Siti Badriya yang aktif dalam organisasi keagamaan.

Kepintaran Arief Yahya sepertinya mengikuti jejak ibunya yang terus berjuang sepenuh hati. Dirinya selalu mempelajari ketekunan sang bunda dalam menjalani sesuatu.

Berbagai studi didapuknya, sampai akhirnya Arief memulai karier di PT Telkom dan berhasil menjadi salah satu karyawan Telkom yang terpilih mengikuti program Master Telematika di Surrey University, Inggris. Kepintarannya tak sampai di situ saja hingga akhirnya gelar Doktor dalam Ilmu Ekonomi Kekhususan Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran dengan predikat cumlaude pada Juni 2014.

Bergabung dengan Telkom sejak 1986, Arief Yahya telah mendapatkan berbagai penugasan sampai akhirnya menduduki jabatan sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia sejak 2005. Dia pun terus memperoleh beberapa penghargaan, antara lain Satyalencana Pembangunan 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI.

Di tahun yang sama, Arief masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa. Dia kemudian ditunjuk CEO PT Telekomunikasi Indonesia. Jabatan itu diembannya 11 Mei 2012. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review.

Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012. Prestasi yang diraih Arief Yahya ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp14,11 triliun.

Bisa jadi karena ketekunan, serta beragam prestasi yang didapuknya membuat Presiden Joko Widodo kepincut atas kepintarannya hingga akhirnya Arief Yahya terpilih menjadi Menteri Pariwisata di era pemerintahannya.

Arief dinilai mumpuni menguasai bidang yang akan digelutinya selama lima tahun mendatang. Selama terpilih menjadi Menteri Pariwisata, dia akan menjalankan program yang sebelumnya dinahkodai Mari Elka Pangestu.

PROFIL

Nama Lengkap: Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.

Nama Panggilan: Arief

TTL: Banyuwangi, 2 Maret 1961

Pendidikan:

SMA / SMPP 1 Banyuwangi (saat ini dibagi menjadi 2 sekolah yaitu SMA Negeri 1 Glagah dan SMA Negeri 1 Giri), lulus tahun 1979.

Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung.

Telematics (Software & Telecommunications) di Universitas Surrey, Inggris.

Program doktoral Universitas Padjadjaran.

Prestasi:

The Best Kandatel (Kantor Daerah Telekomunikasi), Pemasaran telepon terbaik Telkom Jakarta,

Gema Telkom Award 2 kali, Telkom Jakarta Barat, 2002.

Penghargaan keberhasilan kecepatan Recovery Fastel, akibat bencana banjir di Kawasan Segitiga Emas Jakarta untuk Telkom Jakarta Barat, 2002.

Kandatel Terbaik Malcolm Baldrige National Quality Award, 614, Score terbaik Nasional, Telkom Jakarta Barat, 2002.

Kepala Divisi Regional (Kadivre) Terbaik The Best Sponsor, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, Kadivre VI Kalimantan, 2003.

The Best DIVRE in Corporate Culture Actualisation The Best Unit, Aktualisasi Budaya Korporasi The Telkom Way 135, DIVRE VI Kalimantan, 2003.

Pencapaian target pemasaran tercepat dan terbesar di Kalimantan, 50 ribu SST dalam waktu 6 bulan, 100 ribu dalam 1 tahun, 2003.

Operator VSAT terbaik. Operator VSAT Dial Away terbaik se Asia Tenggara, Penghargaan oleh Gilat Satellite Co, untuk Telkom Kalimantan, 2003.

Penerapan aplikasi Geographical Information System (GIS) Telkom Kalimantan pada PT PLN Wilayah KaltimSel, 2003.

Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Kertanegara, untuk pertama kali di Indonesia, 2003.

Kerja Sama Penyelenggaraan Fastel (Sertio Plus) CDMA 2000 1X sebanyak 1000 sst dengan Pihak PEMDA Kutai Timur, 2003.

Pencetusan Exclusive Service Area (ESA), berupa penyediaan dan penyelenggaraan Fastel di daerah terpencil oleh pihak ke III, di Tanjung Redeb, sebanyak 1000 SST, 2003.

Zero Accident Award Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil 2003 dari Menakertrans, Telkom Kalimantan. Kadivre Terbaik, Penghargaan Management War Room terbaik 2003.

The Best Jalur Komando Award, Panglima Daerah VI Kalimantan. Divre Terbaik, Rocky of The Year 2003, Untuk Management Flexi, DIVRE VI Kalimantan.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini