BANDUNG - Pos Satpol PP Kota Bandung di Jalan Dalem Kaum (Masjid Agung) dirusak oleh orang tak dikenal. Diduga aksi perusakan tersebut dilakukan pada Senin (8/12/2014) dini hari dan dilakukan oleh lebih dari satu orang.
Selain melakukan perusakan hingga menyebab kaca depan pecah, pelaku juga menempelkan sejumlah stiker yang menyindir Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (RK).
Meski lokasi hanya berjarak 20 meter dari Pemkot Bandung, namun aksi tersebut baru diketahui pihak Kepolisian sekira pukul 12.00 WIB. Tak berselang lama dari informasi tersebut Kapolsekta Regol, Kompol M Fauzan, dan Kanitreskrim, AKP Deden A Yani langsung melakukan penyelidikan. Sayang, kaca yang dilempari dan dipasang stiker sudah ditutup asbes atau papan.
Setelah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP Kota Bandung akhirnya sekira 13.30 WIB polisi baru bisa melakukan identifikasi dengan mendatangkan Tim Inafis Polrestabes Bandung.
Dari hasil identifikasi, polisi mendapatkan sebuah lubang besar di salah satu sudut kaca. Selain itu juga terdapat beberapa stiker berupa karikatur yang bertuliskan "Kontrakan pengusaha dan pejabat Bandung Banceuy 40 A aman. Berkat perlindaungan aparat sumur Bandung".
Kemudian ada stiker gambar RK mengenakan kopiah sambil duduk di atas vespa yang bertuliskan "Ridwan kamil kebagian gak sich!!!, "Inilah gerbang masuk kontrakan maksiat..!
Banceuy 40 A. Para simpanan pengusaha dan pejabat Kota Bandung".
Di sisi lain terdapat pula stiker bertuliskan "Sepertinya lokasi PSK dah dibersihin tuh..Tapi Banceuy 40 A kok masih ada yach, ada apa nich?" dalam stiker tersebut ada ilustrasi Emil angkat barble dengan tulisan "bandung bermartabat, banceuy 40 a lokasi prostitusi terselebung".
Tak hanya itu, terdapat pula stiker bergambar RK tengah membonceng seorang wanita berkerudung menggunakan vespa, dengan tulisan "Yahh..kang Kamil", "Oh gitu kang, pantesan aja Bandung bermartabat, banceuy 40 A aset tematik taman bandung", "Kami juga butuh mapan kang Emil, Akang emang wali budiman," ujar wanita berkerudung dan "Tenang neng semua sudah diatur rt dan rw akang" kata Emil dalam gambar tersebut.
Sementara itu Kapolsekta Regol, Kompol Fauzan, sangat menyayangkan kurangnya kooperatif dari Pihak Satpol PP yang tidak sigap untuk melaporkan insiden tersebut.
"TKP-nya sudah bersih. Bukti sudah diamankan, kami akan berkoordinasi pembersihan dan barang bukti diamankan oleh siapa. Ini membuat upaya penyidikan dan penyelidikan terganggu," tukasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.