Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mantan Presiden Bush Beri Kekuasaan ke CIA

Hendra Mujiraharja , Jurnalis-Kamis, 11 Desember 2014 |11:29 WIB
Mantan Presiden Bush Beri Kekuasaan ke CIA
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush. (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON — Kasus penyiksaan yang dilakukan Central Intelligence Agency (CIA) bocor. Sejumlah pihak menyayangkan apa yang dilakukan CIA tersebut.

Enam hari setelah serangan 11 September 2001, mantan Presiden Amerika Serikat (AS), George W Bush, menandatangani kontrak rahasia dengan CIA. Isi kontraknya menjelaskan mereka diberi kekuasaan penuh untuk menangkap dan memenjarakan terorisme yang tekait Al Qaeda.

Selama beberapa minggu kemudian, ketika AS melancarkan operasi militer di Afghanistan, pejabat CIA bergegas mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemerintahan Presiden Bush. Namun, para pejabat lembaga mengambil jalan yang sangat berbeda dari yang mereka ikuti.

CIA membuat sebuah sistem baru. Para tahanan akan ditawarkan hak dan perlindungan yang sama seperti tahanan di penjara militer federal atau AS. Kondisi di penjara ini di luar negeri baru akan sebanding dengan orang-orang di fasilitas keamanan maksimum di AS.

Interogasi itu harus dilakukan sesuai Panduan Manual Angkatan Darat AS Field yang melarang dipaksa, pertanyaan yang menyakitkan. Segala sesuatu di penjara akan "Disesuaikan memenuhi persyaratan hukum AS dan aturan federal acara pidana," demikian tulis pengacara CIA pada November 2001.

Namun, program penyiksaan CIA keluar dari konteks awal. Badan intelijen AS tersebut dirantai ke lantai hingga membeku lalu tewas. Setelah itu, mereka menenggelamkan kepala tahanan menggunakan air hingga mereka tidak sadarkan diri.

Ali H Soufan yang merupakan mantan agen FBI menyayangkan taktik interogasi yang digunakan FBI. “Bayangkan jika kita tidak menggunakan cara tersebut. Sekarang kami memiliki sandera warga AS yang menggunakan kaus oranye karena kita menempatkan tahanan dengan cara sama,” kata Soufan, seperti diberitakan New York Times, Kamis (11/12/2014).

(Hendra Mujiraharja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement