Aspek atau komponen selain air, kata dia, juga ada aspek udara, lahan dan keanekaragaman hayati. Pada aspek sumber daya air digunakan indikator kualitas air sungai dan kekritisan air. Pada aspek udara digunakan indikator kualitas udara ambien dan pengatur kualitas udara. Pada aspek lahan menggunakan indikator tutupan vegetasi dan lahan kritis. Sedangkan pada aspek keanekaragaman hayati digunakan indikator keamanan ekosistem pengawet keanekaragaman hayati.
“IKLH berbasis DAS ini menggunakan komponen dan parameter yang lebih banyak, sehingga dapat mengurangi bias. Makin banyak komponen dan parameter yang diuji, biasnya semakin kecil," ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, harus ada sinergitas masing-masing daerah di wilayah Jawa. Hal itu mengingat DAS sembilan sungai tersebut melingkupi provinsi-provinsi di pulau Jawa.
“Ini tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah pusat. Perlu ada sinergitas bersama-sama dengan Pemprov Jabar, Jateng, dan Jatim. Perlu juga mempertegas tugas-tugas masing-masing SKPD di lingkup wilayah-wilayah tersebut,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan perlu melakukan gerakan pengembalian fungsi hutan konservasi dan lindung. Selain itu juga perlu dilakukan pengendalian pencemaran air dan tingkatkan tutupan vegetasi.(rif)
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.