Ambil Pelajaran Penting dari Tsunami Aceh

Salman Mardira, Okezone · Jum'at 26 Desember 2014 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 26 340 1084159 ambil-pelajaran-penting-dari-tsunami-aceh-myDTdT9ICu.jpg Ambil Pelajaran Penting dari Tsunami Aceh (Kapal PLTD Apung yang terbawa gelombang tsunami ke tengah kota Aceh/Foto: Salman M,Okezone)

BANDA ACEH - Tsunami yang terjadi di Aceh 10 tahun lalu jangan hanya dikenang sebagai bencana, tapi ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari musibah itu. Salah satunya, kebersamaan dalam menuntaskan segala permasalahan bangsa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, tsunami Aceh ikut menyatukan Indonesia dan bangsa-bangsa dunia. Dengan kebersamaan dan kesetiakawanan itulah, kerusakan begitu parah terjadi di Aceh akibat tsunami pulih kembali dalam rentang satu dasawarsa.

“Pelajaran penting yang harus kita ambil bahwa betapapun beratnya masalah yang ada, kita dapat selesaikan dengan kebersamaan, kesetiakawanan,” ujar JK dalam refleksi 10 tahun tsunami di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (26/12/2014).

Tsunami Aceh dinilai bencana yang memakan korban terbesar sepanjang sejarah Indonesia, dan salah satu paling dahsyat di dunia. “Belum pernah saya lihat secara nasional rasa kesetiakawanan seperti saat itu,” katanya.

JK mengisahkan, masyarakat dari Sabang sampai Merauke bahu membahu datang ke Aceh, membantu memindahkan mayat-mayat dan terlibat membersihkan puing. Akses international yang semula ditutup karena konflik mulai dibuka agar bantuan dari negara lain datang bersatu dalam satu misi kemanusian.

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia saat itu juga sepakat dialog mengakhiri konflik agar bisa sama-sama membangun Aceh. “Kita damai, kita membangun kembali Aceh ini hingga kita jadi lebih baik pada dewasa ini,” katanya.

Persatuan memang sering muncul dalam situasi sulit. JK mengajak sekarang tak harus lagi menunggu sulit baru bersatu. “Tapi sekarang ini kita tahu supaya tidak kesulitan, maka harus bersatu lebih dulu untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.

JK juga menceritakan kilas balik pengalamannya terlibat langsung dalam menangani langsung tsunami sebagai Wapres sekaligus Kepala Bakornas saat itu. Langkah pertama dilakukannya adalah tanggap darurat selama enam bulan.

“Apa saja kebutuhan masyarakat diberikan, untuk makan, untuk kesehatan, perumahan sederhana, tempat berlindung,” tuturnya.

Menurutnya saat itu tidak mudah memang membangun Aceh karena masyarakat hilang semangatnya. Ia pun memerintahkan pembersihan puing-puing tsunami seluruh Banda Aceh hingga Meulaboh. Banda Aceh diberi waktu dua bulan.

Sebanyak 500 alat berat dan seribuan kendaraan dikerahkan, untuk pembersihan Banda Aceh saja. “Masyarakat pada waktu itu kehilangan semangat dan trauma. Salah satu cara membangkitkan semangat lagi adalah menghilangkan bekas-bekas bencana itu,” kata JK.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini