Jepang Belajar Penanganan Tsunami dari Indonesia

Salman Mardira, Okezone · Sabtu 27 Desember 2014 04:27 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 27 340 1084446 jepang-belajar-penanganan-tsunami-dari-indonesia-wKpcSMUFlY.jpg Jepang Belajar Penanganan Tsunami dari Indonesia (Foto: Nivikoko)

BANDA ACEH – Masyarakat Jepang berterima kasih kepada Aceh dan Indonesia. Pasalnya, tsunami yang melanda kota berjuluk Serambi Mekkah 10 tahun lalu, memberi pelajaran penting bagi Jepang dalam menghadapi dan menanggulangi bencana serupa.

Tujuh tahun setelah menerjang Aceh, tsunami hebat juga melandang Jepang, pada 11 Maret 2011. Bedanya di Jepang jumlah korban jiwa bisa ditekan lebih kecil, ketimbang saat tsunami di Aceh. Sebab, masyarakat di sana telah mempelajari mitigasi tsunami dari Aceh.

“Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan Aceh dari masyarakat Higashi-Matsushima,” kata Kepala Badan Rekontruksi Tsunami Kota Higashi-Matsushima, Jepang, Shuuya Takahashi dalam refleksi 10 tahun tsunami Aceh di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (26/12/2014).

Dia juga memuji masyarakat Aceh yang sudah bekerja dalam rekontruksi paska-tsunami selama 10 tahun. Hal yang sama kini dilakukan warga Higashi-Matsushima di bawah kordinasi Takahashi.

Menurutnya, ada kesamaan Aceh dengan daerahnya, karena sama-sama dilanda tsunami. Di Kota Hagashi-Matsushima, kata dia, tsunami merenggut 1.909 korban jiwa dan 25 orang hilang.

Semangat seperti masyarakat Aceh juga ditunjukkan rakyat di sana, dalam mencari anggota keluarganya yang hilang. “Meskipun tiga tahun sudah berlalu, orang-orang yang hilang masih terus dicari sampai sekarang,” ujarnya.

Takahashi mengatakan, duka masyarakat Aceh juga dirasakan Jepang, termasuk dirinya yang ikut kehilangan putri kesayangannya dalam tsunami. “Rumah saya juga hancur,” tuturnya.

Namun, Takahashi tak mau terus larut dalam duka dan bersedia menjadi kepala rehabilitasi kota, untuk membangun kembali kota tersebut setelah tsunami. “Saya terus bekerja mempercepat pembangunan kembali,” terangnya.

Tsunami yang melanda Indonesia dan Jepang, kata dia, merupakan bencana terbesar sepanjang sejarah manusia. “Kita sama-sama korban tsunami, kita kehilangan teman, rumah, dan orang-orang tercinta,” tuturnya.

Oleh karena itu, kedua negara ini dinilai perlu terus bekerja sama. Antara Kota Higashi-Matsushima dengan Banda Aceh sudah menjalan kesepakatan dalam pertukaran informasi dengan pertukaran pemuda.

Saat ini, ada perubahan besar dialami dunia yang butuh penanggulangan bencana secara bersama-bersama di antaranya pemanasan global, perubahan iklim, dan cuaca serta kerusakan lingkungan.

(fid)

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini